Diduga Keracunan Massal, 22 Mahasiswa UNISA Yogya Alami Gejala Mual dan Diare
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026

ilustrasi mahasiswa keracunan
BNews-JOGJA— Sebanyak 22 mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta diduga mengalami keracunan pangan saat mengikuti kegiatan Early Clinical Exposure (ECE). Lokasinya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (29/12/2025) lalu ketika para mahasiswa mengikuti rangkaian pembelajaran klinis dan mengonsumsi snack yang disediakan di lingkungan rumah sakit.
Dari total 40 mahasiswa yang mengikuti kegiatan ECE, 22 orang menunjukkan gejala keracunan makanan.
Direktur RSJ Grhasia DIY, dr. Akhmad Akhadi, mengatakan bahwa hingga 5 Januari 2026, masih terdapat dua mahasiswa yang menjalani perawatan inap di rumah sakit.
“Sampai hari ini, dari 22 korban atau orang terdampak yang dirawat inap di beberapa rumah sakit itu semuanya 20 sudah dipulangkan dikarenakan sembuh. Sekarang masih ada dua (yang rawat inap),” ujarnya.
Kedua mahasiswa yang masih dirawat berada di RS PKU Muhammadiyah Gamping dan RS Sakinah Idaman. Kondisi mereka kini terus menunjukkan perbaikan, meski masih dimonitor tim medis.
Akibat kejadian ini, sejumlah mahasiswa mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, demam, dan pusing setelah menyantap makanan ringan tersebut sebelum memperoleh penanganan medis di beberapa rumah sakit di DIY.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Snack yang dikonsumsi para peserta berupa tiga jenis makanan, yaitu risoles mayo, tahu sarang burung, dan banana cake.
Berdasarkan penyelidikan awal dan aspek pengelolaan bahan, risoles mayo diduga paling rentan menjadi pemicu gangguan kesehatan, meskipun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pihak rumah sakit telah mengirimkan sampel makanan serta sampel lain seperti muntahan dan feses untuk diuji di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) Dinas Kesehatan DIY.
Pemeriksaan mikrobiologi ini diperkirakan memakan waktu minimal tujuh hari untuk mendapatkan hasil final.
Direktur RSJ Grhasia menegaskan bahwa pihaknya belum mengambil langkah hukum terkait insiden ini sampai hasil pemeriksaan resmi keluar, namun langkah koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2


Saat ini belum ada komentar