Dua Petugas Diserang Warga Saat Makamkan Pasien Suspek Covid-19 di Tegal

BNews–JATENG– Nasib naas dialami dua petugas RSUD dr Soesilo Slawi, Kabupaten Tegal ini. Mereka diserang warga saat pemakaman jenazah pasien suspek COVID-19, masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, Rabu (23/9/2020).

Peristiwa itu terjadi di Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal pada Selasa (22/9/2020) kemarin.

Direktur RSUD dr Soesilo Slawi, Guntur Muhammad Taqwin, mengatakan secara klinis keduanya sudah membaik dan sekarang masih di ruang perawatan. Keduanya adalah petugas pemulasaraan jenazah bernama Ida wahyu (41) dan Waras (38).

“Keduanya terluka karena kena pukulan warga dan lemparan batu. Luka-lukanya ada yang di kepala bagian belakang, pipi dan lain lain,” katanya.

Pasien yang meninggal itu, lanjut Guntur, statusnya masih suspek dan belum dipastikan COVID-19. Namun, pasien berjenis kelamin laki-laki berinisial H (15) ini saat ke rumah sakit mempunyai gejala sesak nafas.  

Kemudian, setelah dilakukan rapid test, hasilnya reaktif.  Pasien sempat dirawat selama satu hari. Namun pasien tidak tertolong dan meninggal dunia. Pemakaman pun dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan.  

“Kita sudah menyosialisasikan kepada keluarga agar pemakaman menggunakan prosedur protokol kesehatan dan keluarga setuju. Pasien sudah tes swab tapi hasilnya belum keluar,” ujarnya.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI) 

Namun saat proses pemakaman, tiba-tiba tali terlepas dan mengakibatkan peti jenazah terjatuh dan akhirnya menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Warga langsung menyerang petugas dengan melakukan pemukulan dan pelemparan batu. Karena kondisi tidak memungkinkan, petugas pun lari untuk mengamankan diri.

“Jadi itu murni kecelakaan dan tidak ada maksud dari petugas untuk melecehkan. Dan prosedur ini dilakukan semata-mata untuk mengakhiri pandemi COVID-19,” jelasnya.  

Seorang petugas pemakam yang menjadi korban, Waras, mengatakan peristiwa itu begitu cepat. Dia mengaku tiba-tiba diserang warga saat proses pemakaman jenazah. Ia pun di pukul hingga mengakibatkan kepala bagian belakang terluka.  

“Saat itu kepada desa setempat langsung bilang, sudah lari, kalau di sini terus bisa mati. Saya pun langsung lari bersama yang lain. Setelah itu saya dibawa ke Puskesmas Bumijawa,” ungkapnya.

Salah seorang relawan yang juga warga asli Desa Sigedong, Alung, mengaku ikut dalam rombongan petugas saat proses pemakaman. Namun, ia berada di dalam mobil milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal yang saat itu jaraknya sekitar 150 meter dari lokasi pemakaman.  

Menurutnya, di sekitar tempat pemakaman umum (TPU) awalnya hanya beberapa warga saja yang datang. Namun saat tali terlepas dan peti jenazah terjatuh, salah seorang anggota keluarga berteriak dan mengakibatkan warga lain datang dan langsung menyerang petugas.

Alung menambahkan, sebenarnya pihak keluarga menerima kalau jenazah dimakamkan dengan prosedur pemakaman jenazah COVID-19. Namun, karena adanya insiden tersebut, akhirnya memicu keributan. Saat tali terlepas dan peti jenazah jatuh, ada warga yang berteriak dan mengakibatkan warga berlari menuju ke lokasi pemakaman.

“Tali pengait peti kan licin, jadi terlepas dan membuat petinya. Bahkan jenazah terguling. Nah, dengan kejadian itu, masyarakat beranggapan  kalau si jenazah sengaja di buang, dijatuhkan kaya hewan, gitu,” paparnya. (*/her)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: