Industri Perhotelan Indonesia 2026 Diprediksi Melaju, Segmen Premium Jadi Penentu
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026

Azana Hospitality,
BNews-NASIONAL — Memasuki tahun 2026, industri perhotelan Indonesia diproyeksikan memasuki fase pertumbuhan baru. Arah pertumbuhan kini tidak lagi semata mengejar tingkat okupansi, tetapi bergeser pada penciptaan pengalaman menginap (experience) dan nilai premium (premium value).
Segmen resort, villa, boutique hotel, dan luxury hotel diprediksi menjadi motor utama pertumbuhan, seiring berubahnya perilaku wisatawan global maupun domestik yang semakin selektif dalam memilih akomodasi.
Tren inbound leisure menunjukkan peningkatan signifikan terhadap permintaan akomodasi yang menawarkan ruang lebih luas, privasi, pemandangan; serta pengalaman menginap yang personal. Resort dan villa dinilai mampu menjawab kebutuhan wisatawan yang mencari quality time, ketenangan, hingga restorative stay.
Menanggapi pergeseran tersebut, CEO Azana Hospitality, Dicky Sumarsono, menilai perubahan ini bersifat struktural dan akan berlanjut dalam jangka panjang.
“Pasar tidak sedang melemah, tetapi berevolusi. Wisatawan kini lebih sadar nilai, lebih selektif, dan lebih menghargai pengalaman. Ini membuat segmen resort, villa, dan hotel berkarakter menjadi semakin relevan di 2026,” ujarnya.
Selain resort dan villa, segmen boutique hotel dan luxury hotel juga mencatat potensi pertumbuhan yang kuat.
Wisatawan dengan tingkat belanja tinggi (high-spending travelers) kini semakin memperhatikan desain properti, kualitas layanan; cerita di balik hotel, serta pengalaman yang autentik dan berkesan, bukan sekadar fasilitas standar.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Dari sisi daya beli, sinyal positif datang dari laporan World Travel & Tourism Council (WTTC). Laporan tersebut; menyebutkan bahwa belanja wisatawan internasional di Indonesia pada 2025 berada on track mencetak rekor sekitar Rp344 triliun.
Pemulihan belanja wisatawan asing ini menjadi pendorong penting bagi hotel-hotel premium karena segmen ini lebih mampu; meningkatkan Average Daily Rate (ADR) dibanding hanya mengejar volume okupansi.
Secara global, sektor pariwisata juga telah melampaui level pra-pandemi. UN Tourism mencatat bahwa jumlah kedatangan wisatawan internasional dunia pada paruh pertama 2025 sudah berada di atas angka sebelum pandemi. Kondisi ini menjadi tailwind bagi industri pariwisata Indonesia pada 2026, terutama bagi destinasi yang memiliki story, aksesibilitas, dan value proposition yang kuat.
Sejalan dengan tren global tersebut, Kementerian Pariwisata menargetkan pasar prioritas 2025–2026 melalui pendekatan experience-based tourism serta peningkatan standar ekosistem pariwisata. Fokus ini mendorong permintaan yang lebih tersegmentasi, berkualitas, dan dinilai “worth paying” oleh wisatawan.
Dengan kondisi tersebut, segmen villa, resort, boutique hotel, dan luxury hotel dinilai memiliki peluang besar sepanjang 2026. Keberhasilan segmen premium ini, menurut Dicky, ditentukan oleh tiga faktor kunci.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Pertama, product–market fit premium, yang mencakup desain properti yang kuat, karakter kamar, privasi dan keheningan; kualitas aroma dan tidur, hingga penerapan konsep restorative rooms secara optimal.
Kedua, experience monetization, di mana hotel tidak hanya menjual kamar, tetapi juga mengembangkan itinerary terkurasi; program wellness, dining experience dengan menu Asia yang unik, sentuhan local craft, serta penciptaan momen yang relevan dan berkesan bagi tamu.
Ketiga, distribution mix yang sehat, dengan penguatan direct booking sebagai prioritas, pemanfaatan Online Travel Agent (OTA); untuk menangkap permintaan tanpa ketergantungan; serta dukungan pemasaran melalui berbagai event rutin sepanjang tahun; mulai dari wedding expo, program Ramadan dan Lebaran, Imlek, year-end celebration, hingga Valentine serta Christmas & New Year experiences.
Menutup pandangannya, Dicky menegaskan bahwa 2026 menjadi momentum penting bagi pelaku industri perhotelan.
“Tahun ini bukan soal bertahan, tetapi soal positioning. Mereka yang berani bermain di ranah premium dan experience-driven hospitality akan berada di depan ketika pasar kembali tumbuh penuh,” tegasnya.
Dengan strategi yang tepat, tahun 2026 berpotensi menjadi salah satu periode paling menjanjikan bagi industri perhotelan nasional; khususnya bagi pelaku usaha yang fokus pada segmen premium dan pengalaman menginap berbasis nilai.
Tentang Azana Hospitality
Azana Hospitality merupakan salah satu jaringan hotel terkemuka di Indonesia yang mengelola lebih dari 90 properti di berbagai destinasi. Dengan komitmen pada inovasi dan kualitas layanan, Azana Hospitality terus menghadirkan pengalaman menginap; yang berkesan bagi para tamu di seluruh nusantara. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2


Saat ini belum ada komentar