Menyusuri Jejak Macan Merapi yang Masuk ke Pemukiman Warga di Magelang

BNews-DUKUN- Tim wartawan Borobudur News melakukan penelusuran keberadaan Macan Tutul di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yang berbatasan dengan Dusun/Desa Babadan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, kemarin (14/1/2020). Sejumlah jejak berhasil ditemukan.

Informasi keberadaan Macan langsung ditindaklanjuti oleh tim BorobudurNews. Berbekal pesan pendek yang masuk ke WhatsApp dua wartawan langsung menuju lokasi. Mengecek kebenarannya.

Informasi itu datang dari seorang warga di Babadan. Desa itu paling ujung. Berbatasan langsung dengan TNGM.

Jam ditangan menunjukkan pukul 08.45.  Dari kantor borobudurnews dibutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan. Mengendarai sepeda motor.

Tim langsung bergegas menuju dusun paling ujung itu. Beberapa warga Nampak beraktifitas seperti biasa. Meski kemarin malam (13/1/2020) terror macan masuk ke kampung.

Ini adalah yang pertama kali. Si raja hutan berani mendekati pemukiman warga. Cukup aneh.

“Padahal di hutan masih banyak kera yang biasa jadi makanan harimau. Biasanya kalua mereka kekurangan makanan itu tidak mungkin karena populasi kera semakin banyak,” kata Sulistiyowadi, salah satu tokoh pemuda setempat.

Rasa penasaran semakin kuat. Ditemani oleh Sulistiyowadi dua wartawan borobudurnews mulai masuk ke kawasan hutan. Berbatasan dengan perkebunan warga. “Disini kemarin Macannya kelihatan pertama kali. Kemudian loncat ke sana,” kata dia sembari menunjukkan jurang kecil di ujung kebun.

Jejak jejak kaki macan cukup terlihat. Masih sangat baru. Jika dilihat ukurannya cukup besar. Lebih besar dari kambing. “Ini ukurannya besar,” kata dia.

Wardi, petani yang menggarap ladang itu lah yang pertama mendapati si tutul. Kala itu, Wardi penasaran dengan jejak kaki yang mencurigakan. “Setelah diurut ternyata ada Macan yang kemudian lari ke atas tebing,” kata dia.

Ladang Wardi berada di kawasan yang disebut Pusung. Untuk menuju lokasi bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor melalui jalan setapak.  Selanjut berjalan kaki sejauh kurang lebih 300 meter.

Jalan yang dilalui cukup terjal naik turun jurang kecil dengan jalan setapak. Kontur tanah bebatuan dan jalan yang naik turun dengan sisi kanan dan kiri jurang jurang-jurang curam. Pohon bamboo di sekitar membuat suasana cukup mencemkam.

VIDEO JEJAK MACAN TUTUL MERAPI

Saat perjalanan beberapa kali tim bertemu petani. Mereka menceritakan jejak jejak kucing besar ini. “Disana, kemarin saya lihat bekas darah dan bulu ayam. Kemungkinan habis dimakan macan,” kata salah satu petani.

Tim memutuskan untuk tidak menindaklanjuti informasi itu. Karena jarak cukup jauh, Masuk ke hutan lebih dalam.

Di lokasi pertama kali Macan Tutul menampakkan diri, tim melihat beberapa jejak. Bekas kaki bercakar. “Ini jejaknya,” kata Wadi, panggilan Sulistiyowadi.

Tak puas di satu lokasi, tim menuju ke lokasi kedua. Belakang rumah milik Sukijan. Disitu, Macan tutul didapati sedang mengincar ternak Sukijan, kemarin malam (13/1/2020).

Jejak jejak kaki macan di tanah berkontur  pasir masih terlihat. Saat kejadian sang macan datang tetangga Sukijan mengaku mendengar suara auman berulang kali.

Suara itu pula yang membauat Sukijan, pemilik rumah penasaran. Dia pun mengecek belakang rumahnya saat itu juga.

Betapa kagetnya, Sukijan ketika didepannya sudah ada seekor macan tutul. Besar. Mengendap-endap di depan kandang sapi.

Sontak Sukijan langsung masuk kerumah bermaksud mengambil gagang cangkul untuk memukul sang hewan. Saat kembali ke luar rumah, macan tersebut keburu lari ke arah jurang kecil belakang rumah. Dan hanya meninggalkan jejak kaki.

Misteri sang macan  masih belum terungkap. Masuk ke pemukiman untuk mencari mangsanya. (*bn1)

Reporter : BSN/Fahrur

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: