Di Desa Ini, Wisatawan Borobudur Bisa Bikin Sendiri Kerajinan Gerabah

BNews—BOROBUDUR— Tidak hanya Candi Borobudur, banyak tempat menarik yang dapat dinikmati wisatawan ketika berada di Kabupaten Magelang. Salah satunya adalah Desa Wisata Klipoh. Sebuah objek wisata kerajinan pembuatan gerabah secara tradisional.

Desa Wisata Klipoh terletak di Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur. Letaknya sekitar 4,6 kilometer dari Candi Borobudur. Desa tersebut terkenal dari penduduknya yang mahir membuat gerabah yang berlangsung turun-temurun.

Salah satu perajin gerabah tradisional, Anik mengatakan di desa sentra kerajinan gerabah itu, sudah banyak produk yang dihasilkan para perajin. Mulai dari asbak, tempat lilin, tempat pakan kelinci, celengan, mangkok dan lainnya. harga kerajinan gerabah bervariasi tergantung ukuran dan kerumitan dalam pembuatanya.

”Harga mulai dari Rp 5 ribu sampai 500 ribu,” kata dia kepada Borobudur News, Rabu (15/1).

Menurut Anik, pembuatan gerabah yang masih menggunakan teknik sederhana membuat proses pengerjaan membutuhkan waktu agak lama dibanding menggunakan alat modern. Runtutan dalam proses pembuatannya meliputi pemilihan bahan tanah liat, pembentukan, pengeringan, pembakaran, pewarnaan dan finishing.

”Pembakaran di sini bertujuan agar gerabah menjadi kuat, padat dan tidak mudah pecah,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Loading...

Ia mengungkapkan, hanya dengan membayar Rp 25 ribu, wisatawan akan diajarkan cara membuat gerabah. Menikmati sensasi melumat tanah liat khas Borobudur menjadi sebuah bentuk produk yang diinginkan. Bila tertarik, wisatawan juga bisa membawa pulang karyanya sendiri sebagai cinderamata.

”Untuk tanah liat diambil dari lahan sekitar Borobudur dengan harga Rp 700 ribu permobil pikap,” ungkapnya.

Dalam sehari, Anik dapat menghasilkan hingga 60 kerajinan gerabah. Ada yang dijual di rumah dan dipasarkan di Borobudur. Pendapatan harian yang ia peroleh berbeda dari hari weekend.

”Kurang lebih Rp 120 ribu perhari. Tetapi di hari weekend, penghasilan saya bisa mencapai Rp 800 ribu,” ujarnya.

Imbuh dia, para perajin di Desa Wisata Klipoh berharap desa sentra perajin gabah tersebut semakin  dilirik wisatawan. Baik turis lokal atau mancanegara yang tengah berlibur ke Borobudur.

”Kami berharap, ada peningkatan kunjungan wisatawan di Borobudur sehingga akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat di sini,” harapnya. (*/han)

Penulis: Amelia Yuniar (Mahasiswi Magang Universitas Negeri Semarang)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: