MUI Kabupaten Magelang : Pelaksanaan Ibadah Idul Adha Dihimbau Seefisien Mungkin

BNews–MUNGKID– Majelin Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Magelang tegaskan dalam pelaksaan Salat Idul Adha dan pemotongan hewan qurban harus sesuai protokol kesehatan. Hal tersebut disampaikan Wakil sekretaris MUI Kab. Magelang, H. Ahmad Nur Sholeh, saat diwawancarai awak media (28/7/2020).

Dia mengungkapkan bahwa  panduan pelaksanaan ibadah salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban didasarkan pada Surat Edaran dari Menteri Agama dan Fatwa MUI nomor 36 tahun 2020.

“Pada prinsipnya sebagai umat islam kita tetap mengacu pada peraturan yang ada, atau edaran yang dikeluarkan pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Agama menghimbau kepada umat islam seluruh Kabupaten Magelang khususnya, untuk tetap melaksanakan ibadah kurban sebagaimana hal yang sudah dilaksakanan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Namun, kata dia untuk pelaksanaan kali ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Hal ini yang harus diperhatikan masyarakat terkait himbaun-himbauan pemerintah selama pandemi covid-19,” imbuhnya.

Sholeh juga mengungkapkan, untuk pembatasan jumlah jamaah kita menggunakan social distancing, jamaah yang mengikuti salat harus dipastikan sehat, dan tetap memakai masker.

DPD PKS Magelang Ramadhan

“Untuk Takmir Masjid harus menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer untuk masyarakat.Hal ini jika memang diperlukan takmir masjid melakukan pengecekan suhu tubuh setiap jamaah,” ungkapnya.

Dijelaskannya juga, bahwa dalam pelaksanaan salat Idul Adha masyarakat dianjurkan untuk tetap menjaga jarak minimal 1 meter, membawa peralatan ibadah sendiri. Serta apabila jumlah jamaah melebihi kapasitas, salat bisa dilaksanakan di halaman masjid atau lapangan melihat situasi dan kondisi.

DOWNLOAD MP3 AISYIAH ISTRI RASSULULLAH

“Imam dan khotib harus menyesuaikan, durasi waktu untuk pelaksanaan ibadah kalau bisa dihimbau untuk se-efisien mungkin,” tegasnya.

Sementara untuk penyembelihan hewan qurban, lanjutnya pemilihan hewan qurban harus teliti. Yakni dipastikan hewan yang ASUH (aman, sehat, utuh halal) hewan yang layak di jadikan korban.

“Untuk teknis pelaksanaan penyembelihan hewan dihimbau untuk tidak menimbulkan kerumunan massa yang banyak; juga ada himbauan kalau jumlahnya besar dan banyak,. Serta takmir masjid bisa bekerja sama dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sehingga akan lebih aman,” terangnya.

“Jadi dengan kata lain, secara umum tahun ini tetap bisa dilaksanakan tidak ada larangan. Hanya himbauan-himbauan itu yang perlu diperhatikan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: