NEKAT…Jambret Seret Korbannya Hingga 10 Meter di Turi Sleman

BNews—SLEMAN— Aksi diduga jambret terjadi di Kecamatan Turi Sleman, kemarin (16/5/2020). Seorang perempuan terseret sepuluh meter saat berusaha mempertahankan tasnya.

Informasi yang dihimpun, kejadian penjambretan terjadi di Jalan Turi Dusun Blunyah Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. Korbannya adalah seorang perempuan berusia 22 tahun bernama Ela Fitriana, warga Wonokerto Turi Sleman.

Kasus ini viral di media sosial Facebook setelah di upload di info cegatan jogja. Aksi penjambretan tersebut dinilai sangat nekat. Pasalnya saat kejadian sudah banyak warga dan pengendara yang berlalu lalang.

“Iya betul ada percobaan penjambretan di wilayah sini. Beruntungnya tas korban tidak putus tapi korban jatuh terseret-seret sejauh 10 meter,” kata Yudi Purnomo, 51 tahun, warga setempat kepada tagar.

Menurut keterangannya, dari arah utara menuju selatan Jalan Turi datang dua kendaraan sepeda motor. Sesampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tiba-tiba tas selempang korban Ela ditarik paksa oleh pelaku yang berkendara seorang diri.

Sambil berkendara, Ela berusaha mempertahankan barang miliknya sampai akhirnya korban terjatuh dan serseret. Ela punya nyali yang kuat sehingga dapat menggagalkan aksi penjambretan.

“Penjambretannya gagal. Pelaku langsung tancap gas lalu kabur setelah korban terseret-seret. Tapi plat nomor pelaku jatuh kayanya terkena benturan dengan motor korban,” ucapnya.

Penjambretannya gagal. Pelaku langsung tancap gas lalu kabur setelah korban terseret-seret. Tapi plat nomor pelaku jatuh kayanya terkena benturan dengan motor korban. “Saya mendengar benturan keras dari dalam rumah. Sepupu saya yang tahu persis bagaimana kejadiannya. Dia ada di luar nyabut rumput,” jelasnya.

Usai terseret-seret, korban langsung dibantu oleh warga setempat dan dibawa ke klinik terdekat. Korban menderita luka-luka di bagian kaki, tangan dan muka akibat terkena gesekan aspal. Begitu pun kendaraan sepeda motor milik korban rusak.

Kapolsek Turi Komisaris Polisi Ajun Komisaris Polisi (AKP) Catur Widodo mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Dia meminta korban segera melapor demi mengusut pelaku kejahatan.

“Kami belum menerima laporan (percobaan pembegalan). Lebih baik korban melapor supaya kami bisa memperoses lebih lanjut. Kalau tidak ada laporan, akan sulit mengsutnya,” kata AKP Catur saat dikonfirmasi. (*/wan)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: