Outlet Martabak Manis Dengan Cabang Terbanyak Asal Magelang

BNews–MAGELANG–Siapa sangka keputusan seorang pemuda di Magelang yang meninggalkan zona nyamannya sebagai pegawai Bank, kini menjadi pengusaha sukses. Pemuda ini lebih memilih menjadi seorang penjual martabak manis, dengan cabang ratusan/.

Ia adalah Bima Chandra Indraswara, pemuda kelahiran tahun 1991 ini sudah empat tahun menggeluti bisnis martabak manis di Magelang dan sekitarnya. Bahkan bisa dikatakan, usahanya ini sangat sukses dengan adanya 300an cabang atau outletnya tersebar di 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Dengan outlet sebanyan itu, usaha Martabak Manis yang diberi brand atau nama “PANDAWA” ini menjadi usaha martabak manis terbanyak cabangnya di Indonesia. Dan hingga saat ini masih akan terus mengembangka dengan sistem Franchise dan mitra.

Saat diwawancarai Borobudurnews.com kemarin (9/4/2021), Bima mengatakan bahwa usaha martabak manis tersebut dimulainya sejak tahun 2017 lalu. Dan kenapa martabak manis, ia mengaku berawal kesukaanya terhadap kuliner kue manis tersebut.

Terkait nama usahanya “Pandawa”, Bima mengaku dari nama dirinya “Bima” dan anak pertamanya bernama “Arjuna”. Sehingga usahanya diberinama Pandawa.

DPD PKS Magelang Ramadhan

“Awal saya buka dengan satu gerobag martabak manis di daerah cacaban. Dengan modal harus menjual sepeda motor dan melakukan pinjaman ke koperasi Rp 10 juta, saya memperkerjakan satu orang untuk menjual martabak manis tersebut. Jadi modal awal murni mandiri,” ungkap suami dari Normalita Erviana, 27, tersebut.

Setelah jalam dua bulan, lanjutnya dirinya berhasil menutup hutang di koperasi untuk modal awal tersebut. Baru bulan keempat dirinya membuka cabang kedua dan ketiga masih di daerah Magelang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Saya tidak menyangka awal mulanya cukup ramai. Sehingga saya memutuskan membukan cabang lagi,” imbuhnya yang memutuskan keluar dari pegawai BNI awal tahun 2021 iini.

Ditanya terkait keistimewaan martabak manis Pandawa ini, Bima mengatakan jelas beda dari komposisi resep adonan. Dimana kue martabak manisnya ini, awet selama lima hari tidak keras dan masih enak dimakan. Padahal, katanya adonannya tidak menggunakan bahan pengawet maupun pengembang.

“Jadi saya mendapat resep yang pas ini juga tidak mudah. Saya melakukan riset untuk menemukan formula yang tepat selama 8 bulan. Serta mengukur tingkat kemanisan, dan jenis toping yang cocok,” ujar Bima yang kini tinggal di Perumahan Tanjung Regency Banjarnegoro Mertoyudan.

Pasangan owner Martabak Manis Pandawa Magelang
Pasangan owner Martabak Manis Pandawa Magelang

Usaha Martabak Manis Pandawa ini mulai berkembang pesat di tahun 2019-2020 dengan Franchise dan mitra semakin banyak di wilayah Magelang. Bahkan di Magelang sendiri, sudah ada di 20 dari 21  Kecamatan yang ada, ditambah Kota Magelang.

“Di tahun 2020 ini Franchise semakin banyak, meskipun saat pandemi sempat berpengaruh. Namun, saya bersyukur usahanya dengan mitra tetap jalan,” tegas Bima yang memiliki darah keturunan dari Grabag Magelang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Bima yang merupakan putra dari seorang anggota TNI ini dulunya sempat memiliki cita-cita menjadi seorang Tentara. Namun, karena orang tuanya tidak mengijinkan sehingga dirinya memilih jalan lain, dan hingga saat ini mulai bisnis martabak manis ini.

“Jadi memang orang tua dulu melarang saya jadi Taruna bisa dikatakan tepat dengan hasil yang diperoleh saat ini. Pola pendidikan disiplin oleh orang tua juga sangat berpengaruh dengan kehidupan saya saat ini,” ungkap Bapak beranak dua ini.

Meskipun bisa dikatakan Bima menjadi seorang Bos dan owner usaha beromset miliaran ini, dirinya tetap terjun dan turun tangan. Bagian adonan untuk mitra hanya dirinya yang meramunya.

“Saya tetap glumut (Red:kotor) dengan tepung. Karena formula adonan hanya saya yang tahu,” ujarnya yang kini memiliki outlet pusat di Jalan Jenderal Gatot Soebroto No.60, Jurangombo Selatan., Kecamatan Magelang Selatan., Kota Magelang,

Dengan varian martabak manis mulai harga Rp 20.000- Rp 100.000 dengan beragam toping menarik, kuliner berjenis kue tersebut memang terasa beda dengan lainnya. Dan wajib untuk dikunjungi dan cicipi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Bima juga mengaku saat ini terus mengembangkan sayap memperbanyak outlet Franchise dan mitra di wilayah Jawa Tengah dengan berbasis kecamatan. “Kedepan rencana juga ada kuliner baru lagi. Namun masih kita godog terus hal ini. Sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan lagi bagi masyarakat yang sedang menganggur,” ujarnya optimis.

Dengan kesuksesannya tersebut, Bima berpesan menjalankan sebuah bisnis itu yang penting dimulai dulu saja. Karena  kita tidak tahu bisnis apa dan kapan yang akan membesarkan dirinya.

“Jadi jika ada yang berminat Franchise atau mitra bisa datang ke outlet Martabak Manis Pandawa Pusat. Nanti akan kita jelaskan mekanismenya,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: