IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

TOLONG…Sudah Dipasang Alat Bantu Puluhan Juta, Kennia Belum Juga Mendengar

BNews—MUNTILAN— Masih ingat dengan Kennia? Balita berumur 2,5 tahun itu harus berjuang melawan penyakit yang diidapnya sejak sembilan bulan terakhir. Kennia di dianogsis oleh dokter mengalami gangguan pendengaran berat dan menderita infeksi otak.

Saat ini, ia sudah mendapat alat bantu pendengaran. Alat yang terbilang mahal itu dibeli bulan Agustus 2019 lalu dengan harga Rp 22 juta sepasang. Orang tua Kennia, Hammam Khoirul Muna, 21 dan Eka Agustin Restika Sari, 22, berhasil mengumpulkan uang dari berbagai dunatur.

Harapan membeli alat tersebut agar Kennia bisa segera mendengar. Lalu berkembang agar mampu berbicara. Namun nasib berkata lain. Bocah lucu itu ternyata belum bisa mendengar dan berbicara seperti teman sepantaran. Kondisinya tak kunjung membaik.

”Alatnya berfungsi dan masih bagus tetapi tidak berpengaruh sama sekali. Jadi, sampai sekarang belum ada perkembangan sama sekali. Saya jadi khawatir,” kata Eka saat ditemui di rumahnya, sore tadi (20/1).

Ketika Borobudur News berkunjung ke rumah sederhana Kennia di Dusun Semawe, RT 10 RW 06 Desa Congkrang, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Sang Balita cantik itu sedang asyik menonton kartun melalui tayangan YouTube.

Sambung Eka, meski Kennia di diagnosis sakit, tapi tingkahnya tidak kalah dengan anak normal seumurannya. Kennia terlihat sangat aktif. Setiap sore hari, ia ikut bermain dengan anak-anak TK di lingkungannya.

Loading...

”Kennia sangat suka menonton (YouTube) dan menyusun puzzle. Kennia itu pinter. Cuma, ya, belum bisa bicara saja,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Dirinya menjelaskan, sejak bulan September lalu, Kennia tidak lagi memakai selang bantu untuk makan. Bocah tersebut sudah bisa makan melalui mulut mungilnya.

”Kalau sedang menginginkan sesuatu, Kennia hanya menunjukan jarinya saja” tambahnya.

Meski belum ada perkembangan sama sekali, Eka tetap berusaha membawa sang buah hati untuk terapi wicara di Rumah Sakit Jiwa Prof. Soerojo Magelang. Terapi dilakukan setiap seminggu sekali, yakni pada hari kamis. Menurutnya, sejak mulai terapi bulan Agustus sampai sekarang, belum ada tanda-tanda membaik.

”Terapinya itu ya seperti bunyi-bunyi lonceng atau suara-suara hewan untuk merangsang pendengaran Kenni,” imbuhnya sembari bercanda bersama Kennia.

Sementara itu, Eka dan suaminya berencana akan membawa Kennia ke Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Jogjakarta untuk terapi bicara. ”Kalau bulan besok tidak ada perkembangan, mau saya daftarkan ke Komunitas bahasa isyarat,” pungkasnya. (cr1/*/han)

Penulis: Wahid Fahrur Annas (Mahasiswa Magang IAIN Purwokerto)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: