Wisata Jeep Parang Menoreh Lakukan Simulasi Bersama Disparpora Kabupaten Magelang

BNews—WISATA—Komunitas Jeep Parang Menoreh Borobudur melakukan simulasi bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang, kemarin (13/6/2020) siang. Hal itu guna persiapan jelang kenormalan baru di sektor wisata.

Komunitas Jeep Parang Menoreh selaku operator melakukan berbagai SOP ketat dan juga penerapan protokol kesehatan Covid-19. Diantaranya penyemprotan disinfektan dibagian mobil sebelum pemberangkatan, wajib mengenakan masker, penggunaan hand sanitizer dan jaga jarak di dalam mobil.

“Pada situasi pandemi ini, kami hanya memuat dua wisatawan dalam satu mobil. Dari yang biasanya satu mobil bisa dinaiki 3-4 wisatawan,” ungkap Bayu Widjanarko selaku Koordinator Komunitas Jeep Parah Menoreh kepada Borobudurnews, kemarin (13/6/2020)

Sementara itu, Komunitas Jeep Parang Menoreh menyiapkan 10 unit mobil dengan 25 driver yang tergabun. Adapun guide untuk wisatawan asing, antara lain English, Mandarin dan French. Satu mobil jeep disewakan dengan kisaran harga Rp 350-650 ribu sesuai rute, trip dan track.

“Wisata alam menggunakan mobil jeep merasakan sensasi yang memacu adrenalin, dengan medan jalur yang tidak mudah. Kami juga sediakan jalur susur sungai dan  jalur ke bukit menoreh, nantinya wisatawan akan diajak ke kebun teh Tritis dan kebun teh Nglinggo,” tambahnya.

Bayu menambahkan, semoga dalam waktu dekat ini sektor pariwisata bisa pulih.  Dan wisatawan dapat kembali berkunjung ke Borobudur dengan berbagai macam pilihan wisata. “Pada situasi seperti ini, sebisa mungkin kami mengajak wisatawan ke tempat yang jauh dari kerumunan namun tetap seru,” ujarnya.

Loading...

Sementara Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata Kab. Magelang, Gunawan Andi mengatakan simulasi persiapan sesuai protokol kesehatan sangat penting. Standar Operasional Prosedur (SOP) juga sudah diterapkan dengan baik.

Ia menambahkan, kegiatan di bidang pariwisata akan berdampak pada pedagang UMKM dan sektor jasa yg mendukung. Perekonomian warga juga akan kembali menggeliat.

“Apabila nanti Pemerintah sudah membuka sektor pariwisata, nantinya para pengelola wisata dan atraksi wisata sudah siap. Mudah-mudahan pariwisata di Kabupaten Magelang bisa hidup kemabali,” pungkasnya. (rur)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: