Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » 143 Rumah Terdampak Tanah Gerak Sirampog, Pemprov Jateng Kucurkan Rp175 Juta

143 Rumah Terdampak Tanah Gerak Sirampog, Pemprov Jateng Kucurkan Rp175 Juta

  • calendar_month 16 jam yang lalu

BNews-JATENG – Bencana tanah gerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, berdampak pada 175 kepala keluarga atau sebanyak 532 jiwa. Sebagian warga terpaksa mengungsi karena pergerakan tanah dilaporkan belum sepenuhnya berhenti.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi pengungsian sekaligus memimpin Rapat Penanganan dan Penyerahan Bantuan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir, Rabu (18/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi memastikan percepatan penanganan bencana, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) di lokasi yang telah direkomendasikan aman secara teknis.

“Untuk tanah gerak ini yang bisa dilakukan adalah memindah orang dan barang,” kata dia.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, sedikitnya 143 rumah terdampak.

Rinciannya, 10 rumah mengalami rusak berat dan 124 rumah lainnya dalam kondisi terancam. Selain itu, dua tempat ibadah; dan dua fasilitas pendidikan juga terdampak. Akses utama jalan desa sepanjang kurang lebih 700 meter dilaporkan ambles.

Kondisi terkini menunjukkan pergerakan tanah masih aktif akibat tingginya curah hujan di wilayah perbukitan Sirampog. Arah longsoran bergerak ke barat daya dengan potensi pergerakan susulan yang masih tinggi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dengan situasi tersebut, Luthfi meminta warga tidak kembali ke rumah masing-masing karena kondisi dinilai masih berbahaya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Huntara rencananya akan dibangun di lahan petak 34G milik KPH Perhutani Pekalongan Barat.

Sementara itu, pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir, Dukuh Limbangan. Dapur umum telah didirikan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyalurkan bantuan dengan total Rp175,97 juta. Bantuan itu bersumber dari BPBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp18,24 juta, Dinsos Jateng Rp90,77 juta, Dishanpan Rp18 juta, Dinas Kesehatan Rp11,77 juta, Dinas Pendidikan Rp27 juta, serta PMI Rp10,19 juta.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengapresiasi respons cepat Pemprov Jateng dalam penanganan bencana di wilayahnya.

“Terima kasih banyak atas bantuan dan penanganan yang cepat. Bahkan datang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir lagi, kita gotong royong, semua sudah disiapkan oleh dinas Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Salah seorang warga Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Susi Susanti mengaku harus mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk bayi berusia 10 bulan. Ia memilih mengungsi demi keselamatan anak-anaknya. Di lokasi pengungsian, ia berharap kebutuhan bayi seperti pampers, sabun, minyak telon, dan perlengkapan mandi tetap tersedia.

Warga lainnya, Tona, yang rumah kayunya berada di pinggir hutan dan dekat sungai, mengaku selalu merasa waswas ketika hujan deras turun. Garis tepi kali semakin mendekati rumahnya akibat pergerakan tanah.

“Sekarang lebih parah. Tanahnya cepat sekali bergerak. Kalau malam hujan deras, saya tidak bisa tenang,” katanya.

Ia berharap dapat direlokasi ke tempat yang benar-benar aman. “Kalau hunian tetap, saya mau sekali. Supaya bisa hidup tenang,” ujarnya.

Sebagai informasi, bencana tanah gerak di Sirampog, Brebes, terjadi pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan pergerakan tanah di lereng dengan kemiringan sekitar 45 derajat mengarah ke aliran Kali Keruh di kawasan perbukitan tinggi Kecamatan Sirampog. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less