2 Elang Brontok Dilepas di Kawasan Cagar Biosfer Perbukitan Menoreh Magelang

BNews—BOROBUDUR— Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melepasliarkan dua ekor elang brontok berkelamin jantan di Perbukitan Menoreh. Tepatnya di Dusun Gedangsambu, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (23/9).

Pelepasliaran elang tersebut sejatinya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) namun berhalangan hadir diwakilkan oleh Wakil Menteri KLHK Alue Dohong. Pelepasliaran dua ekor Elang Brontok hasil penyerahan masyarakat ini dilakukan setelah kedua Elang bernama Abimanyu dan Tara, menjalani proses rehabilitasi selama enam bulan. Di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) Loji, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat.

Kedua Elang Brontok dalam fase gelap ini dinyatakan siap untuk dilepasliarkan berdasarkan hasil pemeriksaan Kesehatan. Dan penilaian perilaku terbang, bertengger dan berburu mangsa.

”Pelepasliaran elang ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam bidang konservasi alam khususnya menjaga kelestarian satwa liar dilindungi,” tutur Wamen Alue seperti dikutip melalui keterangan resminya, Rabu (29/9).

”Kemudian mengingat lokasi pelepasliaran elang ini berada di desa konservasi, diharapkan pelepasliaran elang juga bisa menambah daya tarik konservasi dan mendukung ekowisata di desa ini. Serta menambah wawasan kepada masyarakat secara luas terkait upaya konservasi alam,” sambungnya.

Lokasi pelepasliaran di Perbukitan Menoreh termasuk dalam salah satu kawasan Cagar Biosfer yang membentang melewati tiga Kabupaten; yaitu Kabupaten Magelang dan Purworejo di Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kulonprogo di Provinsi DI Jogjakarta dengan luasan total 65.716,20Ha.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh Balai KSDA Jawa Tengah bersama PPSEJ-TNGHS (Pusat Penyelamatan Satwa Elang Jawa-Taman Nasional Gunung Halimun Salak). Dan RAIN-PKEK (Raptor Indonesia- Pusat Konservasi Elang Kamojang), Perbukitan Menoreh dianggap sebagai lokasi yang sesuai untuk pelepasliaran Elang tersebut.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Kondisi ketersediaan sumber pakan di lokasi tersebut dianggap mencukupi bagi keberlangsungan hidup elang. Pada saat pengamatan dijumpai beberapa jenis satwa yang dapat dijadikan sumber pakan di sekitar lokasi tersebut, antara lain: Tikus Tanah (Mamalia kecil); Kadal kebun, Ular Air Kelabu (Herpetofauna), dll.

Tampak hadir mendampingi Wakil Menteri LHK dalam acara tersebut; Direktur Konservasi Tanah dan Air KLHK, Direktur Kesatuan Hutan Produksi KLHK, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3E Jawa). Kepala BKSDA Jogjakarta, Kepala BPDAS Pamali Jratun dan tim BKSDA Jawa Tengah serta Perangkat Pemda dan desa terkait. (ifa/han)

Sumber: Sindo News

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: