5 Warga Sleman Batal Berangkat Haji 2025, Ini Penyebabnya
- calendar_month Sel, 13 Mei 2025

ILUSTRASI : Calon Jamaah Haji yang siap berangkat ke Arab Saudi (Foto: Internet)
BNews-SLEMAN– Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sleman mengonfirmasi bahwa terdapat lima warga Sleman yang batal berangkat haji pada tahun 2025.
Salah satu faktor utama penyebabnya adalah kondisi kesehatan.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kankemenag Sleman, Noor Imanah, menjelaskan bahwa kelima orang tersebut sebenarnya telah melunasi biaya perjalanan haji.
Namun, lanjutnya dua orang di antaranya mengalami sakit sehingga gagal berangkat pada tahun ini.
Sementara itu, tiga orang lainnya memilih menunda keberangkatan karena ingin menunaikan ibadah umroh bersama pasangan mereka.
“Tiga orang menunggu suami masing-masing agar bisa berangkat tahun depan,” kata Noor dikutip Harian Jogja pada Minggu (11/5/2025).
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Noor juga memastikan bahwa visa haji untuk para jemaah sudah siap. Saat ini, lima kloter jemaah haji hanya tinggal menunggu jadwal keberangkatan.
Berikut ini jadwal keberangkatan dan pemulangan jemaah haji asal Sleman:
Kloter 65 SOC dan 66 SOC: Masuk asrama pada Senin (20/5/2025) dan berangkat pada Rabu (21/5/2025) dengan waktu keberangkatan berbeda. Jemaah akan kembali ke Indonesia pada Selasa (1/7/2025).
Kloter 67 SOC dan 69 SOC: Masuk asrama pada Rabu (21/5/2025) dan berangkat pada Kamis (22/5/2025). Jemaah akan tiba kembali di Indonesia pada Rabu (2/7/2025).
Kloter 71 SOC: Masuk asrama pada Kamis (22/5/2025) dan berangkat pada Jumat (23/5/2025). Jemaah akan pulang ke Indonesia pada Kamis (3/7/2025).
Jumlah calon jemaah haji asal Sleman pada tahun ini mencapai sekitar 1.178 orang. Para calon jemaah telah mengikuti manasik haji untuk mempelajari tata cara ibadah haji secara praktis.
Manasik haji penting dilakukan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan sesuai dengan syariat Islam.
Selain itu, manasik juga bertujuan untuk mempersiapkan mental para calon jemaah, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia). Kesiapan mental sangat penting karena ketidaksiapan bisa berdampak pada kesehatan fisik selama berada di Tanah Suci.
Untuk memastikan kondisi kesehatan calon jemaah haji, Kankemenag Sleman bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) mengadakan pemeriksaan melalui seluruh Puskesmas di wilayah Sleman.
Para calon jemaah juga telah menerima berita acara istithaah, yaitu dokumen resmi yang mencatat hasil pemeriksaan kesehatan sekaligus menilai apakah calon jemaah memenuhi syarat kesehatan untuk melaksanakan ibadah haji.
Dengan adanya pemeriksaan ini, diharapkan seluruh calon jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan kondisi fisik yang prima dan mental yang kuat. (*)
About The Author
- Penulis: Joe Joe



Saat ini belum ada komentar