Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bukan Cuma Taksi Listrik! Jateng Siapkan 8 Gebrakan Transportasi, Ada Satu Tiket Gojek-Trans Jateng

Bukan Cuma Taksi Listrik! Jateng Siapkan 8 Gebrakan Transportasi, Ada Satu Tiket Gojek-Trans Jateng

  • calendar_month Sel, 25 Agu 2026

BNews—JATENG— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat transformasi sektor perhubungan melalui berbagai inovasi berbasis energi bersih dan digitalisasi layanan.

Transformasi tersebut mencakup pengoperasian taksi dan travel listrik, pengembangan integrasi transportasi umum, hingga penerapan sistem pembayaran nontunai di terminal.

Berbagai inovasi itu diarahkan untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih modern, efisien, sekaligus ramah lingkungan.

Sejumlah layanan tersebut diresmikan langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Grand Launching Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga menjajal langsung taksi listrik dengan berkeliling di sekitar Kantor Dinas Perhubungan Jawa Tengah.

Menurut Luthfi, kendaraan listrik menawarkan kenyamanan sekaligus mendukung upaya mengurangi polusi dan penggunaan energi fosil.

“Ini sangat nyaman sekali. Saya coba muter kantor (Dishub), argonya tinggal pencet, enggak ada suaranya, tidak polusi udara, dan menghemat energi fosil,” ujarnya.

Jateng Mulai Dorong Energi Terbarukan

Luthfi mengatakan pemanfaatan energi terbarukan ke depan tidak hanya diarahkan pada sektor kendaraan.

Pemprov Jawa Tengah juga mulai memanfaatkan panel surya di sejumlah gedung perkantoran.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Jawa Tengah dalam mendorong pengembangan energi terbarukan sekaligus memperkuat ekonomi hijau.

Sementara terkait rencana penggunaan kendaraan listrik untuk Bus Rapid Transit (BRT) di Jawa Tengah, Luthfi mengatakan pengembangannya masih dalam tahap kajian.

Menurutnya, transformasi sektor perhubungan tidak boleh hanya berorientasi pada pengembangan aplikasi maupun teknologi.

Inovasi yang dilakukan harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, terutama berkaitan dengan mobilitas orang dan distribusi barang.

Delapan Inovasi Transformasi Perhubungan

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arif Djatmiko, mengatakan peluncuran taksi listrik dan travel listrik merupakan bagian dari delapan inovasi dalam Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026.

Selain elektrifikasi kendaraan, Pemprov Jawa Tengah juga mendorong transformasi melalui digitalisasi dan integrasi layanan transportasi.

Salah satunya melalui penerapan sistem pembayaran nontunai atau cashless di Terminal Tipe B.

Uji coba sistem tersebut telah dilakukan di Terminal Sukoharjo dan selanjutnya direncanakan diterapkan pada 22 Terminal Tipe B yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sistem pembayaran nontunai tersebut diharapkan dapat membuat transaksi masuk langsung ke kas daerah sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan terminal.

Dishub Jawa Tengah juga mengembangkan sistem digitalisasi monitoring dan pengawasan operasional Terminal Tipe B.

Sistem tersebut digunakan untuk memperkuat pengelolaan terminal berbasis data, termasuk pemantauan kendaraan dan laporan operasional.

Trans Jateng Terintegrasi dengan Gojek

Transformasi juga menyasar layanan Trans Jateng melalui kolaborasi dengan Gojek.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan perjalanan masyarakat, mulai dari layanan ojek daring menuju Trans Jateng hingga layanan lanjutan.

Konsep tersebut mencakup layanan first mile dan last mile, sehingga masyarakat diharapkan semakin mudah menggunakan transportasi umum dalam perjalanan sehari-hari.

“Tahun depan kita akan membuat satu tiket antara Gojek dan Trans Jateng. Jadi first mile, last mile sudah tercakup semua,” kata Miko.

Berdasarkan data Dishub Jawa Tengah, jumlah pengguna Trans Jateng sepanjang 2025 mencapai sekitar 10 juta penumpang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 persen penumpang disebut merupakan pengguna yang beralih dari kendaraan pribadi ke Trans Jateng.

Peralihan tersebut diperkirakan memberikan penghematan biaya transportasi masyarakat hingga sekitar Rp50 miliar.

Kartu Multi Trip Diperluas ke Seluruh Koridor

Pemprov Jawa Tengah juga memperluas penggunaan Kartu Multi Trip sebagai metode pembayaran layanan Trans Jateng.

Saat ini, kartu tersebut telah digunakan pada satu koridor.

Ke depan, penggunaannya ditargetkan dapat diperluas hingga seluruh tujuh koridor Trans Jateng.

Dengan berbagai inovasi tersebut, transformasi perhubungan Jawa Tengah diarahkan tidak hanya menghadirkan kendaraan dan layanan berbasis teknologi, tetapi juga membangun sistem transportasi yang terintegrasi, efisien, transparan, serta lebih ramah lingkungan.

Pemprov Jawa Tengah berharap berbagai inovasi tersebut dapat mendorong masyarakat semakin beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum sekaligus mendukung pengembangan energi bersih di sektor perhubungan. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less