Ramadan 2026, Ratusan Lansia Nyantri di Pondok Sepuh Payaman Magelang
- calendar_month Kam, 26 Feb 2026

Santri sepuh sedang membaca Al-Qur'an, di Pondok Sepuh, kompleks Masjid Agung Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Selasa (24/2/2026). (foto: ist)
BNews–MAGELANG– Bulan suci Ramadan 2026 menjadi momen refleksi dan peningkatan ibadah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Seperti yang dilakukan ratusan lansia di Masjid Agung Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari masjid tersebut. Ratusan santri sepuh ini duduk bersila, menunduk sembari membaca Al-Qur’an di sebuah meja kecil.
Pemandangan ini menjadi potret khas setiap Ramadan di Pondok Sepuh, kompleks Masjid Agung Payaman. Ratusan santri sepuh datang dari berbagai penjuru daerah untuk nyantri di sana. Sebagian dari mereka hanya tinggal sementara, tapi ada juga yang sudah bermukim atau nyantri bertahun-tahun di sana.
Pengasuh Pondok Sepuh Putri Payaman, KH Arif Mafatihul Huda mengungkap bahwa pesantren ini memang dirancang khusus untuk lansia. Programnya terbagi dua, yakni santri mukim tahunan dan santri ‘pasan’ atau khusus Ramadan.
Untuk Ramadan tahun ini, sekitar 210 santri mengikuti program pasan, sementara sekitar 70 lainnya merupakan santri tetap yang tinggal sepanjang tahun. Mereka datang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, hingga Batam.
Metode pengajaran pun disesuaikan. Para pengajar tidak menggunakan pendekatan kaku, melainkan komunikatif dan penuh humor. “Kita menghadapi mbah-mbah, jadi harus sabar, komunikatif, dan ringan,” ungkapnya, Selasa (24/2/2026).
Takmir masjid, M Anas menambahkan, aktivitas dimulai sejak pukul 02.00 dini hari untuk tahajud dan tadarus, dilanjutkan kuliah subuh, lalu pengajian rutin hingga menjelang siang.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Selama Ramadan, jadwal menjadi lebih padat. Selain pengajian, santri juga mengikuti semaan Al-Qur’an dan kajian tematik yang disampaikan para kiai dan nyai.
Salah satu santri sepuh, Fadhilah (75) warga Temanggung mengaku datang sejak pertengahan Februari 2026. Ini adalah kali keduanya mengikuti program pesantren Ramadan di Pondok Sepuh Payaman.
“Rasanya senang, adem. Ketemu teman seusia, kegiatannya juga banyak,” katanya pada Selasa (24/2/2026).
Cerita serupa datang dari Endang Munawaroh (71) yang jauh-jauh datang dari Kalimantan Selatan. Baginya, keputusan mondok bukan sekadar mengisi waktu, melainkan bagian dari persiapan menghadapi kehidupan setelah mati.
“Di sini ilmunya sangat bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Rugi kalau tidak ikut,” katanya.
Endang bahkan berencana tidak hanya mengikuti program Ramadan, tetapi juga menetap dalam jangka panjang. Ia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan belajar dan beribadah. “Kalau kita meninggal, kan butuh bekal,” pungkasnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7


Saat ini belum ada komentar