Dapat Vonis Penjara Seumur Hidup, Begini Ekspresi Pelaku Pembunuhan di Magelang

BNews–MAGELANG- Dhio Daffa (22) terdakwa pembunuhan satu keluarga menggunakan racun sianida yang dicampurkan ke dalam minuman akhirnya menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Mungkid, Kabupaten Magelang, Kamis (8/6/2023).

Terdakwa Dhio Daffa hadir di ruang sidang sekira pukul 09.00 WIB. Dia memakai baju lengan panjang warna putih, celana hitam, kali ini tidak ada peci di atas kepala plontosnya.

Saat memasuki ruang sidang, sekilas ekspresi wajah terdakwa tampak datar saja. Terdakwa langsung menduduki kursi pesakitan tempat di mana akan mendengarkan nasib hidupnya ke depan.

Sekitar pukul 09.10 WIB, hakim pun memulai membacakan keterangan saksi.

Ada 14 saksi yang dimintai keterangan atas kasus ini, meliputi paman kandung terdakwa, asisten rumah tangga terdakwa, pacar terdakwa, pemilik toko online tempat terdakwa membeli sianida, hingga kurir yang mengantarkan paket racun tersebut.

Saat hakim membacakan keterangan daripada saksi, kepala Dhio Daffa tegak, matanya lurus menatap ke arah hakim.

Dirinya pun tampak tenang mendengarkan rentetan kronologi terjadinya pembunuhan sadis itu.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Saat tiba hakim memutuskan vonis, sekira pukul 12.33 WIB, terdakwa diminta berdiri oleh ketua majelis hakim Darminto Hutasoit atau pemimpin sidang.

Ketua majelis hakim, Darminto Hutasoit mengatakan, terdakwa terbukti bersalah menghilangkan tiga nyawa keluarga kandungnya.

Yakni, ayah, ibu, dan kakak kandungnya yakni Abbas Ashar, Heri Riyani, dan Dhea Choirunisa.

Sehingga, menetapkan terdakwa hukuman seumur hidup.

“Dengan begitu, kami menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Dhio Daffa bin Abas Ashar hukuman pidana seumur hidup,” ujarnya saat pembacaan sidang vonis.

Mendengar vonis tersebut, reaksi dan mimik wajah terdakwa Dhio Daffa sama seperti pertama kali memasuki ruang sidang , dia tampak tenang.

Terdakwa tidak menangis seusai mendengar vonis hakim tersebut.

Setelah pembacaan vonis itu, hakim pun mempersilakan Dhio Daffa untuk berkonsultasi dengan penasihat hukumnya.

Terdakwa pun langsung beranjak dari tempat duduk menuju meja penasihat hukum.

Dalam kesempatan itu, pihak Penasihat Hukum meminta waktu untuk memikirkan langkah selanjutnya.

Permintaan tersebut pun diamini oleh pemimpin sidang.

Seusai konsultasi dan pembacaan vonis, hakim pun menutup jalannya sidang.

Terdakwa Dhio Daffa langsung dibawa meninggalkan ruang tersebut. Tak ada pelukan dari keluarga terdekatnya.

Sebab selama ditahan di PN Mungkid, keluarga terdakwa tak ada lagi yang pernah menjenguk terdakwa Dhio Daffa.

Sementara itu, Hakim Anggota Asri mengatakan, terdakwa secara sadar melakukan perbuatan pembunuhan tersebut.

“Bahkan, terdakwa dianggap mampu mempertimbangkan mana yang baik dan buruk. Dan, juga mengetahui risiko daripada perbuatannya,” ujarnya.

Terdakwa dua kali melakukan percobaan pembunuhan, lanjutnya, percobaan pertama dilakukan dengan menggunakan zat arsenik yang dicampur dengan es dawet, pada Rabu (23/11/2022).

Namun, para korban tidak sampai meninggal dunia.

Kemudian, terdakwa mencoba lagi dengan memasukan zat Sianida ke dalam minuman kopi dan teh milik para korban, pada Senin (28/11/2022). Nahas, para korban tidak tertolong.

“Seharusnya terdakwa pada percobaan pertama bisa memikirkan lagi apa yang diperbuatnya. Namun terdakwa tidak melakukan itu, sebaliknya menambahkan dosis daripada racun yang digunakan. Sehingga, perbuatan terdakwa dinilai sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan dan tega membunuh orang tua kandungnya sendiri yang telah melahirkan, merawat, mendidik, dan membesarkan terdakwa,” urainya. (*)

About The Author

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: