Diduga Investasi Gelap, 250 Nasabah E-Dinar Coin Cash di Jogja Panik

BNews—JOGJAKARTA— Sejumlah nasabah E-Dinar Coin (EDC) Cash di Jogjakarta buka suara terkait dugaan aktivitas ilegal yang menjerat platform tersebut. Nasabah mengklaim tuduhan tersebut tidak benar.

Bareskrim Polri menangkap enam tersangka tindak pidana investasi ilegal EDCCash di beberapa lokasi yang berbeda. Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus pada Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Helmy Santika mengatakan; keenam tersangka tersebut berinisial AY selaku top leader investasi ilegal EDCCash, S selaku istri AY sekaligus excharger EDCCash dan JBA selaku programer pembuat aplikasi EDC Cash sekaligus excharger EDCCash.

Tiga tersangka lagi yaitu; berinisial ED selaku admin dan support IT EDCCash sekaligus pihak yang telah memperkenalkan tersangka AY kepada JBA, AWH selaku pembuat acara launching basecamp EDCCash Nanjung Sauyunan Bogor, serta MRS selaku pemilik upline dan memiliki member sebanyak 78 orang.

”Keenam tersangka sudah kami amankan terkait kasus investasi ilegal EDCCash,” tuturnya, seperti dikutip Harian Jogja, Sabtu (24/4).

DPD PKS Magelang Ramadhan

Aditya Rahardian, salah seorang nasabah EDCCash menjelaskan, EDCCash merupakan salah satu platform digital yang menjembatani pengguna untuk melakukan transaksi jual beli aset digital. Dirinya menampik EDCCash disebut sebagai platform investasi.

Ia mengklaim pengguna tidak pernah menanamkan modal di platform ke atas nama pribadi atau perusahaan tertentu. ”Jadi nantinya pengguna bisa jual beli antar mitra EDCCash dalam komunitas yang bergabung secara langsung. Kami tidak ke rekening perusahaan jadi langsung ke rekening masing-masing,” katanya.

Aditya menerangkan, aset digital yang diperjualbelikan itu merupakan cryptocurrency. Namun di dalamnya merupakan koin database yang disebut EDCCash. Ia juga mengklaim bahwa EDCcash telah mempunyai pasar sendiri yakni BCPindo yang telah diakui oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Lebih jauh, Aditya menjelaskan bahwa saat nasabah ingin bergabung ke dalam EDCCASH mereka terlebih dahulu harus membeli koin. Selanjutnya, nasabah baru juga diwajibkan untuk membayar sewa cloud. Nantinya koin itu juga akan berbunga senilai 0,5 persen perhari atau 15 persen perbulan. 

”Bayar sewanya Rp300 ribu,” jelasnya.

”Makanya kami bilang bahwa setahu kami EDCCash ini legal dan sudah dishare soal pendaftarannya ke Kemenkumham dan platformnya sudah terdaftar di Kominfo lewat Ditjen Aptika. Jadi kami beritahu bahwa ini bukan investasi tapi bentuknya transaksi jual beli aset digital,” sambungnya.

Anggota EDCCash lainnya, Wahyu Zahro menambahkan, saat ini terdapat sekitar 250 nasabah EDCCash yang berada di Jogja. Dia mengklaim bahwa sebagian besar anggota yang telah bergabung dalam kurun waktu satu tahun terakhir telah merasakan manfaat dari EDCCash

”Bahkan dari beberapa anggota kami ada yang sudah bisa membeli mobil dan biaya angsuran dari November sampai sekarang itu dari EDCCash. Ada juga yang telah bisa melakukan pencairan dana tiga sampai empat kali lipat dari pertama kali dia membeli koin,” ujarnya.

Ditetapkannya EDCCash sebagai dugaan investasi ilegal membuat para nasabah cukup resah. Sebagian dari mereka mengaku banyak yang menjadi salah tafsir atas transaksi di EDCCash. Namun demikian mereka memilih masih bertahan sebab sampai saat ini nasabah masih bisa bertransaksi dan menggunakan aplikasi itu dengan baik. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: