DPC PDIP Kota Magelang Lantik Mbilung Sarawita Jadi Ketua BKND

BNews—MAGELANG— Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Magelang melantik pengurus Badan Kebudayaan Nasional Daerah (BKND) setempat. Sementara budayawan, Condro Bawono, didaulat menjadi Ketua Badan Kebudayaan Nasional Daerah Kota Magelang.

Pelantikan ini diketahui bersamaan dengan ’Malam Puncak Peringatan Bulan Bung Karno’ di GOR Samapta Kota Magelang, belum lama ini. 

Ketua DPC PDIP Kota Magelang, Budi Prayitno menuturkan, partainya akan selalu memperjuangkan budaya lokal agar tetap bisa berkembang di tengah arus globalisasi. Sementara banyak sekali budaya di Magelang yang harus dilestarikan.

”Apalagi, Bung Karno pernah menyampaikan bahwa bombardir masuknya budaya asing ke Indonesia sudah sangat masif. Sehingga budaya lokal daerah harus dijaga,” tuturnya.

”Dan PDIP akan selalu menjaga budaya lokal daerah. BKND Kota Magelang akan selalu berkiprah dan bersinergi dengan pemerintah. Juga akan berkolaborasi dengan semua tokoh budaya dan agama untuk bisa memajukan kebudayaan,” sambungnya. 

Pria yang karib disama Udik ini mengungkapkan, melestarikan kebudayaan yang saat ini dilakukan, sesuai dengan konsep Trisakti Bung Karno. Antara lain Berdaulat di Bidang Politik, Berdikari Secara ekonomi dan Berkepribadian di Bidang Kebudayaan.

“Inilah yang menjadi pedoman BKND Kota Magelang. Inilah jalan PDIP untuk selalu membumikan Pancasila di tengah-tengah masyarakat, sesuai dengan tema Bulan Bung Karno tahun ini, yakni Bhineka Tunggal Ika, Kerja Gotong Royong untuk Desa Maju, Indonesia Kuat dan Berdaulat,” katanya seperti dikutip Suara Merdeka, (29/6).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Sementara itu, Ketua BKND Kota Magelang, Condro Bawono menyampaikan jika sebenarnya ia tidak layak menjadi ketua. Sebab, di tengah cepatnya perubahan jaman dan usia sudah 56 tahun, dirinya agak gagap teknologi, serta kurang akses ke generasi milenial.

Namun, akhirnya pria yang akrab disapa Mbilung Sarawita ini mau menjadi ketua dengan syarat. Syaratnya personalia BKND harus mayoritas usia muda dan merekalah sesungguhnya pencetus ide-ide kreatif sampai eksekusinya.

”Ketua cukup sebagai simbol dan simpul saja, Tut Wuri. Semoga dengan cara ini, BKND bisa lebih luwes dalam menyikapi dinamika lintas generasi, dengan tetap berpegang pada butir ke-tiga Trisakti ajaran Bung Karno, yaitu Berkepribadian di Bidang Kebudayaan,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: