Dua Balita Asal Bandongan Magelang yang Positif Covid-19 Terus Membaik

BNews—MAGELANG— Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, akhir April lalu (30/4) mengkonfirmasi dua pasien positif covid-19 berasal dari Kecamatan Bandongan. Beberapa waktu kemudian, gugus tugas covid membuka indentitas keduanya merupakan balita.  Mereka berumur sekitar dua tahun.

Borobudur News lantas melakukan penelurusan mendalam di lapangan. Informasi dua warga Bandongan itu dibenarkan Kepala Desa Trasan, Bagawat Gita.

Baga, sapaan dari Bagawat Gita menjelaskan jika riwayat kedua balita tersebut terinfeksi dari salah satu keluarganya. Ia merinci, satu balita terinfeksi dari sang kakak yang baru pulang kampung dari Bandung, Jawa Barat. Sedang balita lainnya terpapar dari orang tua dari Batam, Kepulauan Riau.

”Kedua balita sama-sama berumur sekitar dua tahun. Saat ini sedang dirawat di rumah sakit rujukan dan Alhamdulillah kondisi kedua balita ini terus membaik,” jelasnya saat ditemui Borobudur News, pagi tadi (8/5).

Ia membeberkan, saat ini kakak dari Bandung dari sang balita pertama itu kini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Pasalnya, sang kakak menunjukkan reaktif covid hasil rapid test.

”Meski menjalani isolasi, dia (kakak) masih menunggu untuk melaksanakan swab,” bebernya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik disini)

Baga bercerita, semula sang kakak tidak mengetahui bila dirinya positif covid. Ia baru tahu setelah adiknya masuk ke rumah sakit dan beberapa hari kemudian hasil swab keluar.

”Langsung satu hari setelahnya dilakukan rapid test satu keluarga dan dinyatakan reaktif semuanya. Saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” ungkap dia.

Kepala Desa Trasan Kecamatan Bandongan Bagawat Gita (tengah). (Sumber: sc video)

Selanjutnya, balita kedua terinfeksi dari orang tua yang mudik dari Batam. Namun, sebenarnya masa isolasi mandiri orang tuanya tersebut telah selesai dan lolos pantau.

”Ya, kedua balita yang positif tersebut beda Kepala Keluarga dan lain dusun,” jelasnya.

Sementara, data jumlah pemudik di Desa Trasan sejak 6 Maret 2020 hingga pagi ini, 8 mei 2020 tercatat sebanyak 105 orang. Sejak saat itu yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 19 orang.

”Untuk yang lainnya lolos pantau atau sehat,” imbuh Baga.

Masih menurut Baga, dirinya terus melakukan sosialisasi kepada warga terkait penanggulangan covid. Salah satunya imbauan kepada pemudik untuk mematuhi protokol kesehatan yakni isolasi mandiri.

”Kita tidak tahu misalkan, kita tampak sehat ketika datang tetapi ternyata ketempelan virus corona diperjalanan sehingga yang menjadi korban pertama adalah keluarga sendiri, kemudian tetangga dan lingkungan,” ucapnya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam mengawasi. Agar pemudik bisa benar-benar menaati protokol yang ada.

”Kepada warga Desa Trasan untuk bisa mematuhi anjuran pemerintah. Seperti jaga jarak antarindividu, rajin cuci tangan dengan sabun dan memakai masker serta jangan bepergian jika tidak ada kondisi mendesak. (mta/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: