Mesin Penggilingan Padi Listrik di Magelang Diklaim Hemat Biaya hingga 50 Persen
- calendar_month 25 menit yang lalu

Mesin Penggilingan Padi Listrik di Magelang
BNews-MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui program elektrifikasi Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan padi skala kecil. Teknologi ini diklaim mampu menekan biaya operasional hingga 50 persen dibandingkan mesin berbahan bakar fosil.
Program elektrifikasi RMU tersebut diluncurkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersamaan dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Kamis (5/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menyebutkan bantuan elektrifikasi RMU diberikan kepada 10 gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Jawa Tengah.
Menurutnya, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi kebutuhan penting untuk mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan efisiensi sektor pertanian.
“Jawa Tengah merupakan salah satu penyangga pangan nasional. Karena itu, modernisasi alat-alat pertanian harus dilakukan untuk mempercepat swasembada pangan,” katanya.
Ahmad Luthfi menjelaskan, perubahan pola pikir generasi muda menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan sektor pertanian. Anak-anak petani saat ini cenderung kurang tertarik menekuni pekerjaan tersebut apabila masih dilakukan secara tradisional dan membutuhkan banyak tenaga.
Karena itu, penggunaan teknologi modern perlu diperluas agar kegiatan pertanian menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien.
CEK BERITA UPADATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Pemprov Jateng, lanjutnya, telah menyiapkan hampir 1.500 unit alsintan dengan anggaran sekitar Rp80 miliar. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke 35 kabupaten/kota untuk mempercepat pengolahan hasil panen sekaligus meningkatkan produktivitas petani.
“Alat ini harus dirawat. Secanggih apa pun alatnya, kalau tidak dirawat akan cepat rusak. Operasionalnya juga harus jelas dan digunakan oleh kelompok tani masing-masing agar manfaatnya bisa dirasakan,” tegasnya.
Selain modernisasi pertanian, Ahmad Luthfi juga meminta agar pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Keberhasilan program tersebut harus dilihat dari dampak nyata terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok.
“Jangan hanya program, tetapi orientasinya hasil. Masyarakat senang, dagangannya laris, habis, tidak tersisa. Itu baru berhasil. Sehingga inflasi kita bisa ditekan,” ujarnya.
Bupati Magelang Sebut Elektrifikasi RMU Hemat Biaya Produksi
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyambut baik pelaksanaan program elektrifikasi RMU di Kabupaten Magelang. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong modernisasi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Ia menjelaskan, penggunaan energi listrik pada mesin penggilingan padi mampu menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi pengolahan, serta menghasilkan beras dengan kualitas lebih baik.
“Elektrifikasi RMU skala kecil ini terbukti memberikan efisiensi biaya produksi sebesar 50 persen. Dengan demikian, petani juga ikut menikmati penghematan biaya produksi beras,” ungkapnya.
Selain lebih hemat, penggunaan mesin bertenaga listrik juga dinilai lebih ramah lingkungan karena dapat mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) hingga 12 persen.
Grengseng berharap program elektrifikasi RMU dapat meningkatkan nilai tambah gabah hasil panen petani, menjaga stabilitas harga pangan, serta memperkuat kelembagaan usaha pangan di tingkat Gapoktan.
Gapoktan Maju Makmur Ngadirojo Jadi Penerima Bantuan
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Puji Lestari, mengatakan salah satu penerima bantuan elektrifikasi RMU tersebut adalah Gapoktan Maju Makmur di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang.
Menurutnya, penggunaan mesin penggilingan padi bertenaga listrik memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan mesin yang sebelumnya menggunakan bahan bakar solar.
“Dari sisi tenaga kerja lebih cepat karena sudah termekanisasi. Kalau sebelumnya harus mengengkol untuk menyalakan mesin, kemudian mengangkat dan sebagainya, sekarang prosesnya jauh lebih praktis,” jelasnya.
Selain menghemat tenaga dan waktu, mesin listrik juga mampu mengurangi kebisingan serta polusi udara yang sebelumnya dihasilkan oleh mesin berbahan bakar solar.
Puji menambahkan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang juga tengah mengusulkan bantuan elektrifikasi RMU untuk Gapoktan Gondowarum di Kecamatan Sawangan pada tahap berikutnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga mampu meningkatkan efisiensi pengolahan gabah serta memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi petani.
Melalui program elektrifikasi RMU, pemerintah berharap penguatan ekosistem pangan dapat berjalan lebih optimal. Upaya tersebut mencakup rantai usaha mulai dari penggilingan atau produsen, kios pangan murah, hingga konsumen. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar