Kawasan Parkir Wisata di Magelang Wajib Jadi Titik Awal Screning

BNews—MAGELANG— Masa New Normal mulai disiapkan di berbagai sektor di Kabupaten Magelang. Termasuk sektor pariwisata.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti mengungkapkan screening awal yang sering terlupakan di destinasi wisata adalah area parkir.

Menurutnya, lokasi atau area parkir di suatu destinasi wisata harus benar-benar dipersiapkan untuk memfilter para pengunjung yang datang.

“Terkadang para pengelola destinasi wisata lebih fokus pada penerapan protokol kesehatan yang ada di dalam lokasi wisatanya saja. Padahal titik pertama yang paling kompleks justru ada di area parkir, maka ini yang harus dipersiapkan lebih dahulu,” kata Retno.

Lanjut Retno, area parkir di suatu tempat destinasi wisata sangat perlu disiapkan secara berlapis. Mulai dari kedatangan mobil transportasi, pengecekan suhu tubuh bagi para pengunjung.

“Kemudian, tempat mencuci tangan, ruang istirahat para supir yang menerapkan physical distancing, pengecekan kesehatan bagi para pedagang yang berada di area parkir, hingga ruangan khusus bagi para pengunjung yang tidak bisa masuk karena tidak memenuhi protokol kesehatan covid-19,” kata dia.

“Coba bayangkan apabila ada pengunjung yang tidak lolos pengecekan kesehatan, bagaimana perlakuannya. Alangkah baiknya disiapkan tempat khusus tersendiri yang juga nyaman,” kata dia.

Loading...

Lalu para pedagang yang sering ada di area parkir, itu juga harus dipikirkan kesehatannya dan diedukasi. “Selain itu para supir juga harus diberikan tempat khusus supaya tidak bergerombol dengan supir yang lain, apalagi mereka berasal dari berbagai kota mungkin,” papar Retno.

Hingga saat ini, Dinkes Kabupaten Magelang masih melakukan kajian dan pendataan desa mana saja yang masuk kategori zona hijau (aman) sebagai acuan untuk bisa dilakukannya kegiatan perekonomian terutama sektor pariwisata.

“Untuk di wilayah Borobudur sendiri hampir setiap desa sudah tidak hijau, dengan catatan ada ODP, PDP, dan terkinfirmasi positif Covid-19. Nah, kami akan lebih petakan lagi desa mana yang paling aman. Nanti kita akan bagi per kategori. Contoh saja desa A jumlah ODP 2, PDP 1, terkonfirmasi positif 0, berarti desa tersebut masuk dalam kategori aman,” jelas Retno. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: