Kecelakaan Motor, Pria Asal Mungkid Ini Justru Diamankan Polisi

BNews–SALAMAN –  BNews–SALAMAN –  Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa yang cocok bagi pemuda berinisial MM, 24 tahun warga Progowati Kecamatan Mungkid. Bagaimana tidak, sudah jatuh karena kecelakaan tunggal di Jalan Borobudur daerah Ngadiwongso Salaman, dia justru diamankan Polisi (10/5/2020)

Kapolsek Salamam AKP Marsodiq membenarkan pengamanan seorang pelajar (santri) tersebut pada 10 Mei 2020 lalu. “Benar saat itu pemuda yang merupakan santri tersebut kecelakaan tunggal di daerah tersebut. Namun saat petugas Polsek Salaman yang menolong, menemukan bahan peledak berupa obat mercon dan sumbu di sepeda motornya,” katanya (13/5/2020).

“Kami temukan bahan peledak sebanyak 10 kg obat mercon yang dibungkus plastik 10 bungkus, masing-masing 1 kg. Serta 10 lembar kertas sumbu,” ungkapnya.

Saat itu pemuda beserta barang bukti langsung dibawa ke Mako Polsek Salaman untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Hasilnya dari pengakuan MM, saat itu ia baru saja melakukan transaksi dengan warga Kebumen. Ketika hendak pulang mengendarai kendaraan terlalu kencang karena alasan takut di buntuti orang,” imbuhnya.

Tapi naas sesampai di Jalan Borobudur salaman tepatnya di dusun Ngadiwongso Salaman justru mengalami kecelakaan tunggal. “Saat kecelakaan tersebut, MM hanya mengakibatkan luka luka lecet dan kendaraan rusak,” ujar Kapolsek.

Kepada petugas, MM juga mengaku sudah 2 kali melaksanakan transaksi pembelian obat mercon dengan orang Kebumen dengan harga total 2 jt  atau per 1Kg Rp 200.000. “Transaksi pertama pada tahun 2019 dan transaksi yang ke 2 pada 10 Mei 2020.,” ujar Kapolsek.

OBAT MERCON AKAN DIPAKAI DI DUA TEMPAT

“Rencananya obat mercon tersebut akan digunakan oleh pelaku untuk perayaan Idul Fitri 1441 H di Pondok Pesantren di Tegalrejo dan di Desanya Desa Progowati Mungkid. Dengan perincian 5 Kg obat mercon di pondok dan 5 Kg  obat mercon di desanya,” ungkap pelaku kepada petugas.

“Untuk pasal yang disangkakan masih akan koordinasi dengan pihak Rekrim Polres Magelang dan Kejaksaan,” tegasnya.

Kapolsek menghimbau kepada warga masyarakat dalam perayaan Indhul Fitri ini jangan membunyikan petasan (mercon). “Hal ini mengingat situasi Pademi Covid-19 juga belum selesai, mari kita tetap menjaga iklim keamanan yang tetap kondusif,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: