Khawatir Dilacak, Warganet Ramai-Ramai Bongkar Chip E-KTP
- calendar_month Ming, 14 Feb 2021

DIBONGKAR: Seorang warga merusak E-KTP untuk diambil chip-nya. (gambar: tangkapan layar)
BNews—NASIONAL— Sebuah konten video TikTok, memperlihatkan seorang warganet menemukan chip di dalam E-KTP atau KTP Elektronik miliknya. Tidak lama setelahnya, bermunculan video warganet lain yang merusak E-KTP-e miliknya.
Sejumlah video TikTok memperlihatkan warganet membongkar chip yang tertanam di dalam E-KTP. Video itu kian menyebar, seiring dengan rumor chip tersebut sengaja disimpan di dalam E-KTP agar bisa dilacak.
Tren video cek chip E-KTP bermula ketika salah seorang pengguna akun TikTok @bondanprasetyo02 terkejut, menemukan chip ada di dalam KTP-e. Chip itu bisa ditemukannya ketika menyenter ke bagian bawah foto di E-KTP.
”Iseng-iseng nyenter KTP nemu chip,” kata pemilik akun seperti dikutip Borobudur News, Minggu (14/2).
Belasan video pun tampak sama yakni melakukan pembongkaran chip dalam E-KTP. Seiring dengan banyaknya konten bongkar chip, isu-isu tidak bertanggung jawab pun turut tersebar.
Sebab, chip di dalam E-KTP itu malah dituduh sebagai alat untuk melacak pemiliknya. Seperti yang dinarasikan oleh pemilik TikTok @awie_saymona.
”Ikutan yang lagi viral ternyata ada chipnya,” tulisnya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)
Meski hanya menyenter E-KTP, namun dirinya menuliskan kalau chip tersebut digunakan untuk pelacakan.”Ternyata benar ada chip-nya, biar bisa dilacak!,” ucapnya. Padahal chip dalam E-KTP-e itu memiliki fungsi untuk menyimpan data identitas diri dari pemilik.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh, merespns pembongkaran chip E-KTP yang viral. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak membongkar chip di dalam E-KTP.
Ia menegaskan kalau chip yang tertanam itu bukan ditujukan untuk melacak. Bongkar chip E-KTP menjadi konten baru dalam akun TikTok.
Berawal dari teknik menyinari chip menggunakan senter, konten tersebut malah menyebar luas dengan teknik baru. Tekniknya adalah membongkar KTP-e untuk mencopot chip yang tertanam.
”Tolong jangan dicopot chip KTP-El-nya, ya,” pinta Zudan.
Zudan juga menyoroti narasi yang digunakan seiring penyebaran konten bongkar chip tersebut. Sejumlah pengunggah video menduga kalau chip itu ditanam untuk melacak pemilik KTP-e.
Ia menegaskan kalau hal tersebut tidak benar adanya. Sebab, chip yang ditanam itu dipergunakan untuk menyimpan identitas pemilik KTP-e yang sudah direkam sebelumnya.
”Chip itu untuk menyimpan data seperti di E-KTP-e. Bukan untuk menyadap atau melacak anda,” tegasnya. (han)
About The Author
- Penulis: BNews 3



Saat ini belum ada komentar