Kisah Driver Ojol yang Jadi Lulusan Terbaik Undip

BNews—SEMARANG—Kisah inspiratif kali ini datang dari Semarang. Tepatnya dari Kampus Universitas Diponegoro.

Seorang mahasiswi bernama Leony Sondang Suryani Panjaitan, berhasil lulus cum laude di universitas terbaik itu. Dia selama ini membiayai kuliahnya dari penghasilannya menjadi driver ojek online.

Kenapa bekerja jadi driver Gojek ? Dia mengatakan hanya ingin membantu orang tua. Apalagi dia menyadari biaya kuliah sangatlah mahal.

“Hitung-hitung bisa meringankan beban orang tua. Kerjaannya juga nggak terikat waktu, kan? Jadi saya mau aja. Sebenarnya nggak ada maksud apa-apa kebetulan waktu itu lagi nggak ngapa-ngapain. Terus kebetulan ojol Semarang lagi buka pendaftaran driver, ya udah saya daftar. Lumayan kan saya ada kerjaan. Dan saya nggak minta banyak uang ke orang tua. Dan akhirnya saya daftar,” kata Leony, kemarin.

Mahasiswi angkatan 2015 Jurusan Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum ini mengakui selama dua tahun menjadi driver ojol. Tak merasa terganggu dengan aktivitas kuliahnya hingga sekarang dapat meraih cum laude di Undip.

“Gak terganggu kok dengan kuliah. Saya bisa bagi waktu, ya kalau misalnya pagi kuliah, pulangnya narik ojol. Kalau misalnya kuliah siang, paginya narik,” ucap peraih IPK 3,67 ini.

Dia menuturkan penghasilanya di ojol bisa mencukupi kebutuhan kuliahnya. Meskipun, dia juga tak bisa melupakan peran orang tua dalam membiayai kuliahnya itu. “Saya setiap hari rutin narik ojol, setelah pulang kuliah. Kecuali kalau capek banget baru nggak narik. Penghasilan di ojol sih gak nentu, bersihnya tiap hari itu bisa Rp 50 ribu aja lumayan,” ucapnya.

Dengan semangat ingin membantu orang tua, Leony rela melakukan apa saja untuk bisa menuntaskan studi itu tepat waktu.

”Uang kuliah masih orang tua. Cuman kan karena kegiatan organisasi itukan juga butuh uang. Misalnya skripsi butuh uang, untuk ngeprint untuk apapun itu. Tapi rasanya nggak enak kalau minta lagi dari orang tua dari apa yang sudah dikasih selama sebulan. Jadi ya udah cari tambahannya dari ojol,” tuturnya.

JUARA : Lele juga kerap menjadi juara debat ilmiah. (Foto : dok pribadi)

Dengan penghasilan yang diperoleh dari ojol, Leony selalu berusaha bisa memanfaatkan keuangannya dengan sebaik mungkin. Supaya bisa meringankan beban orang tuanya.

“Kalau kebutuhan di Semarangkan nggak mahal. Jadi kalau misalnya dapat Rp 50 ribu itu bersih, ya udah bensin ya bisa-bisa aja. Kebetulan saya bukan tipe kayak anak yang lain. Mungkin yang nongkrong seminggu berapa kali tuh, saya jarang. Jadi nggak pernah ada pengeluaran untuk itu,” katanya.

”Ya makanya biaya hidupnya harus disesuikan. Saya memang gaya hidupnya nggak seperti anak muda biasanya sih. Saya orangnya anti gengsi,” ujarnya. (bn1/wan)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: