Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » KTH Sari Bunga Giyanti Magelang, Juara Nasional Wana Lestari 2025

KTH Sari Bunga Giyanti Magelang, Juara Nasional Wana Lestari 2025

  • calendar_month Jum, 15 Agu 2025

BNews-MAGELANG- Pertama Kelompok Tani di Magelang dan Temanggung ang raih penghargaan nasional. Dimana Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menganugerahkan Penghargaan Wana Lestari Tahun 2025 kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sari Bunga Giyanti.

Kelompok tersebut berasal dari Dusun Plalar, Desa Genito, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Penghargaan ini diraih pada kategori Kelompok Tani Hutan berprestasi tingkat nasional, sebagai bentuk apresiasi; atas dedikasi mereka dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KTH Sari Bunga Giyanti didirikan pada tahun 2017 dan saat ini memiliki keanggotaan sebanyak 40 orang.

Kelompok ini dipimpin oleh Dul Luqman yang telah membawa KTH Sari Bunga Giyanti mencapai kelas Utama, sebuah pengakuan atas kualitas manajemen dan capaian keberhasilan kelompok dalam pengelolaan hutan.

Dengan wilayah kerja meliputi 36,7 hektare di dalam kawasan hutan dan 48 hektare di luar kawasan hutan; kelompok ini telah berperan penting dalam mendukung program pelestarian lingkungan di wilayah Magelang.

Berbagai kegiatan produktif dan berkelanjutan menjadi fokus KTH Sari Bunga Giyanti. Mereka aktif mengembangkan; hutan rakyat (HR); pembibitan tanaman kehutanan, penanaman dan pemeliharaan pohon, serta sistem agroforestri yang memadukan tanaman kehutanan dengan pertanian.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Kelompok ini juga memanfaatkan jasa lingkungan, melakukan konservasi tanah dan air, serta mengelola hasil hutan bukan kayu secara bijak.

Selain kegiatan budidaya, KTH Sari Bunga Giyanti juga berperan dalam rehabilitasi hutan dan lahan kritis, perlindungan serta konservasi alam. Langkah-langkah tersebut tidak hanya menjaga kelestarian ekosistem, tetapi juga menjadi sumber penghasilan alternatif bagi anggota kelompok.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep pengelolaan hutan berkelanjutan yang saat ini menjadi prioritas pembangunan kehutanan nasional.

Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. KTH Sari Bunga Giyanti dibina oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah serta mendapatkan pendampingan intensif dari penyuluh kehutanan.

Pendampingan ini mencakup pelatihan teknis, penyusunan rencana kerja, hingga penguatan kelembagaan kelompok agar mampu mandiri dan berdaya saing.

Ketua KTH, Dul Luqman, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan ini.

Menurutnya, keberhasilan tersebut adalah hasil kerja keras seluruh anggota yang senantiasa menjaga kekompakan dan mengedepankan prinsip gotong royong.

“Penghargaan ini bukan hanya milik kami, tetapi milik seluruh masyarakat yang turut menjaga hutan dan lingkungan di sekitar,” ujarnya.

Penghargaan Wana Lestari 2025 menjadi bukti bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat mampu memberikan dampak positif yang nyata.

Selain menjaga kelestarian lingkungan, keberadaan KTH Sari Bunga Giyanti juga telah meningkatkan taraf hidup anggota melalui pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan, baik berupa kayu, hasil hutan bukan kayu, maupun jasa lingkungan.

Ke depan, KTH Sari Bunga Giyanti berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program inovatif, seperti diversifikasi produk hasil hutan, penguatan pemasaran, hingga pengembangan ekowisata berbasis hutan rakyat. Upaya ini diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem hutan.

Penghargaan Wana Lestari ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok tani hutan lainnya di seluruh Indonesia.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, pengelolaan hutan yang baik dapat menjadi pilar penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan raihan prestasi nasional ini, nama KTH Sari Bunga Giyanti tidak hanya harum di tingkat lokal, tetapi juga menjadi teladan di kancah nasional.

Mereka membuktikan bahwa hutan bukan hanya warisan alam yang harus dijaga, tetapi juga sumber kehidupan yang jika dikelola dengan bijak akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang. (bsn)

VIDEO PENGHARGAAN :

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less