Kubah Lava Baru Terbentuk Di Puncak Merapi, Banjir Lahar Hujan Belum Terjadi

BNews–MUNGKID-– Erupsi efusif telah terjadi di Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta ini. Bahkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, menyampaikan di puncak merapi terdapat kubah lava baru.

Keberadaan Kubah lava baru tersebut tercatat sejak 4 Januari 2021 kemarin.

“Tanggal 1 2021 (malam tahun baru) kemarin belum terdapat kubah lava, tetapi tanggal 4 sudah mulai ada kubah lava. Itu bisa kita sebut sebagai kubah baru,” ungkap, Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat press conference terkait kondisi Merapi di Ruang Command Center Setda Kabupaten Magelang, Jumat (8/1/2021).

Dia juga menjelaskan, bahwa saat ini material yang berada di atas Merapi, yang terlontarkan beberapa waktu yang lalu merupakan erupsi kecil-kecil. Namun belum berpotensi untuk menyebabkan lahar hujan.

“Jadi Potensi lahar nanti, setelah erupsi materialnya berapa jumlahnya baru kita tau adanya potensi lahar hujan,” jelasnya.

Hanik menyebutkan pihaknya akan mengawasi terus pertumbuhan kubah lava baru tersebut.

“Nanti kita pantai seberapa besarnya, kecepatannya berapa, material yang terlontar berapa dan inilah yang nanti kita akan gunakan sebagai pedoman untuk menentukan ancaman daerahnya kemana,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sejauh ini BPPTKG masih merekomendasikan bahwa potensi bahaya akibat erupsi Merapi maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak. Sementara status Merapi saat ini masih pada status Siaga level III dan BPPTKG pun belum merekomendasikan untuk menaikan level kembali.

“Pada saat kami menaikan status menjadi siaga, potensi bahayanya terjauh adalah 5 kilometer. Kemudian kalau nanti ada ancaman yang meningkat tentunya itu akan kita evaluasi. Sudah ada skenarionya semua, pada saat nanti meningkat menjadi status awas tentunya tidak akan sama seperti pada saat status siaga pada saat ini. Tentu ada pelebaran area yang terancam,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: