Pelaku Pengeroyokan Tukul Hingga Tewas Dituntut 10 dan 11 Tahun Penjara

BNews—WONOSOBO— Kasus penganiyaaan yang berujung kematian Muh Fadlun alias Tukul, warga Dempel Kalibawang memasuki tahap penuntutan. Tujuh orang dituntut masing masih 11 tahun dan 10 tahun penjara.

Tuntutan disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan di PN Wonosobo, kemarin. Otak penganiayaan Tekat, warga Kauman Kaliwiro Wonosobo dituntut paling berat yakni 11 tahun penjara.

Sedangkan enam orang rekannya dituntut lebih ringan satu tahun yakni 10 tahun penjara. “Sidang sudah tuntutan kemarin dan Kamis besok kita agendakan putusan,” kata Humas PN Wonosobo Dwi Suryanta, kemarin.

Sidang, kata dia sengaja dipercepat. Hal ini untuk mengantisipasi gejolak di masyarakat karena setiap sidang digelar selalu dipenuhi warga yang tidak terima kematian tukul.

Sidang selanjutnya yakni Selasa (10/12) dengan agenda pledoi. Sedangkan hari Rabu (11/12) adalah tanggapan atas pledoi tersebut. Disusul hari Kamis (12/12) untuk putusan sidang.

“Untuk putusan sidang dijadwalkan hari Kamis (12/12) besok. Kasus ini sengaja didahulukan karena nanti kalau diperpanjang isu ini semakin meluas. Untuk mengantisipasi itu, jadi dipercepat,” ujarnya.

Kasus penganiaayn sendiri bermula ketika Kejadian ini bermula saat tersangka Tekat mengaku dikeroyok saat menonton seni tradisional Ndolalak di Desa Kauman, Kecamatan Kaliwiro, Minggu (30/6) pukul 00.30 WIB.

Tidak terima, Tekat kemudian menghadang korban di jalan menuju Desa Kauman, Kecamatan Kaliwiro. Saat itu, tersangka Tekat sudah bersama 8 rekannya. Korban Tukul akhirnya meninggal dunia. (int)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: