Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Perdana, Kajian Rebo Legen di MAJT An-Nuur Magelang Diikuti Lebih dari 1.000 Jamaah

Perdana, Kajian Rebo Legen di MAJT An-Nuur Magelang Diikuti Lebih dari 1.000 Jamaah

  • calendar_month Rab, 23 Jul 2025

BNews–MAGELANG– Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang meluncurkan program Kajian Rebo Legen, yang berfokus pada fikih kontekstual dan kajian ilmiah tematik pada Rabu (23/7/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Kementerian Agama (Kemenag), dan Takmir MAJT An-Nuur

Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis mengungkap tujuan utama digelarnya kajian rutin ini adalah untuk memperdalam pemahaman ibadah Islam di kalangan masyarakat.

“Seringkali kita beribadah, namun ilmunya belum tahu. Inilah salah satu fungsi hadirnya MAJT An-Nuur yaitu dapat menambah ilmu ibadah untuk masyarakat,” ungkapnya, Rabu ( 23/7/2025).

Asfuri menjelaskan, program Rebo Legi dirancang bagi jamaah, baik dari kalangan birokrat maupun masyarakat umum, yang sering melaksanakan Salat Zuhur di MAJT An-Nuur. Oleh karena itu, kajian ini akan dilaksanakan setiap hari Rabu mulai pukul 12.00-13.00 WIB.

Program ini terbagi menjadi dua jenis kajian utama yakni Kajian Fikih Ibadah yang diselenggarakan setiap hari Rabu. Dan Kajian Ilmiah Tematik setiap Rabu Legi.

Dia menekankan bahwa pemilihan pemateri akan terus berganti untuk memberikan perspektif yang beragam dan memperkaya wawasan peserta.

“Kerja sama ini menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam aktif memakmurkan MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang,” ujarnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Tambah Asfuri, kegiatan ini terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Magelang, tidak hanya terbatas pada pegawai.

“Salah satu fungsi MAJT An-Nuur adalah meningkatkan kualitas ibadah masyarakat, salah satunya dengan kegiatan kajian ini,” ungkapnya,

Pada acara perdana yang dilaksanakan pada Rabu (23/7/2025) setelah salat Dzuhur, kajian ini diikuti lebih dari 1.000 jamaah.

Pemateri utama pada kajian kali ini adalah Dr. Kasban Sarqawi, Lc., M.Si. Dia menekankan pentingnya fikih kontekstual di Indonesia yang harus mengedepankan ijtihad akademik maqasidi. Pendekatan ini berorientasi pada substansi hukum, bukan semata-mata formal-legalistik, demi mencapai ijtihad integralistik dengan nalar bayani, burhani, dan tajribi.

“Pendekatan ini menjauhi ekstrem tekstualis dan liberalis. Penting juga perubahan dari ijtihad individual ke komunal, dari hukum normatif ke substantif-saintifik, dan dari taklid ke ijtihad,” jelas Dr. Kasban.

Ia juga membahas konsep tajdid (pembaharuan), yaitu upaya mengubah persepsi dan praktik keislaman yang mapan menuju pemahaman dan pengamalan baru, serta mengembalikan ajaran agama pada sumber utamanya, Al-Qur’an dan Sunnah.

Pada kesempatan yang sama, juga diserahkan santunan kepada anak yatim di sekitar MAJT An-Nuur Sawitan, Kota Mungkid, oleh BASNAZ Kabupaten Magelang. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less