PHRI Magelang Berharap Libur Akhir Tahun 2021 Jadi Puncak Kebangkitan Mereka

BNews–MAGELANG-– Terkait rencana pemerintah menerapkan PPKM level 3 serentak di seluruh wilayah Indonesia akan sangat berdampat ke banyak sektor. Salah satunya bagI para pengusaha hotel dan restoran di Magelang.

Syarifudin selaku Ketua Harian Paguyupan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) BPC Kabupaten Magelang mengatakan rencana tersebut akan sangat berdampak. “Ada beberapa yang sudah boking kamar hotel jauh-jauh hari itu cancel karena akhir tahun ada rencana PPKM Level 3 itu,” katanya saat ditemui Borobudurnews.com (22/11/2021).

Namun, lanjutnya saat ini banyak wisatawan sistemnya banyak yang sudah berubah jika hendak menginap. Mereka jarang boking jauh hari, namun last minute atau langsung datang.

“Permasalahannya sekarang adanya informasi peneraman PPKM level 3 tersebut, otomatis yang mau datang juga sedikit. Dan otomatis tidak ada tamu dadakan juga,” imbuhnya.

Dalam era new normal baru ini, khususnya dengan segala hal yang kadang berubah ditambah akses jalan tol, banyak wisatawan domestik yang datang. “Jadi sementara tamu luar negeri yang sering kami andalkan untuk setiap harinya kini bergeser ke tamu domestik dulu. Otomatis banyak yang berbeda, terkait service dan biaya. Kalau domestik itu biasanya keluarga rombongan gitu, dan jujur yang menghidupi keseharian kami para pengusaha penginapan adalah tamu luar negeri,” paparnya.

Padahal, lanjut Usep sapaan akrabnya menegaskan terkait protokol kesehatan atau CHSE di hotel dan restoran di wilayahnya sudah sangat terbiasa. “Kita aja keluar tidak pakai masker kadang bingung. Jadi protokol kesehatan semua sudah siap, bimtek SDM bagi karyawan juga sudah. Jadi sebenarnya kami soal sisi CHSE siap semua,” terangnya.

Usep mengaku bahwa sebenarnya liburan akhir tahun merupakan puncak bagi usaha mereka maupun wisatawan untuk bangkit kembali dari keterpurukan selama pandemi ini. “Dan perlu diketahui selama dua bulan terakhir ini usaha kami sudah mulai merangkak lagi, bisa jadi harapan hidup setelah 2 tahun terpuruk,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun, kata Usep jika akhir tahun pemerintah menerapkan hal tersebut ya sangat disayangkan. Karena pihaknya mengaku  tidak ada persiapan , karena memang tidak berharap seperti itu.

“Sebenarnya waktu besok itu puncak-puncaknya bagi kami. Tetapi kalau itu keputusan Pemerintah kita bisa apa?. Meski kita sudah siap berikan service terbaik bagi tamu domestik, karena dari luar negeri memang belum ada,” tegasnya.

Ia juga mengaku tidak takut, cuman khawatir dengan prediksi akhir tahun kedepan. “Takut seh tidak, cuman khawatir kondisi akhir tahun besok sama dengan akhir tahun sebelumnya. Dimana kita drop, bisa dikatakan semaput dan hendak bangkit itu butuh waktu panjang lagi,” tandasnya.

Ia berharap di waktu libur akhir tahun mendatang tetap normal. “Kami harap tetap normal, soal pandemi kami sudah siapkan protokol kesehatan atau CHSE yang ketat di usaha kami,” harapnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: