PNIB Gelar Kirab Merah Putih dan Parade Budaya Nusantara di Bundaran HI
- calendar_month 17 menit yang lalu

PNIB Kirab Merah Putih dan Parade Budaya Nusantara di Jakarta, Rayakan Hari Santri dan Sumpah Pemuda
BNews-NASIONAL – Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menggelar Kirab Merah Putih dan Parade Budaya Nusantara di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (25/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional sekaligus menyambut Hari Sumpah Pemuda 2026.
Mengusung semangat persatuan, kebinekaan, dan kecintaan terhadap Tanah Air, kegiatan tersebut membawa pesan Bela Negara, Jaga Bangsa, Lestarikan Pancasila, dan Merawat Tradisi Budaya Nusantara.
Ketua Umum PNIB, Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menegaskan bahwa Merah Putih bukan sekadar simbol negara, melainkan lambang persatuan seluruh rakyat Indonesia yang harus dijaga dari berbagai ancaman perpecahan.
“Kirab Merah Putih dan Parade Budaya Nusantara ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan bangsa, menjaga Pancasila, serta merawat kebinekaan Indonesia. Kami mengajak masyarakat menolak intoleransi, terorisme, radikalisme, dan korupsi, sekaligus terus melestarikan budaya Nusantara sebagai identitas bangsa,” tegas Gus Wal.
Melalui kegiatan tersebut, PNIB mengajak masyarakat memperkuat komitmen kebangsaan serta menolak berbagai tindakan dan paham yang dinilai mengancam persatuan bangsa, termasuk intoleransi, terorisme, radikalisme, dan korupsi.
PNIB Bacakan Ikrar Pemuda 2026
Dalam kegiatan tersebut, kader muda PNIB, Algaza Albi Anggara dan Oscar Pendong, membacakan Ikrar Pemuda 2026 sebagai penegasan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat toleransi, serta melawan berbagai tindakan dan paham yang mengancam persatuan bangsa.
Ikrar Pemuda 2026 memuat tiga poin utama. Pertama, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengutamakan keutuhan serta keselamatan rakyat Indonesia. Kedua, setia kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Merah Putih. Ketiga, menolak dan melawan intoleransi, korupsi, narkoba, judi online, khilafah, terorisme, radikalisme, anarkisme, dan premanisme.
PNIB menilai semangat Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya berhenti pada seremoni dan slogan.
Parade Budaya Nusantara Tampilkan Ondel-Ondel dan Pencak Silat Betawi
Selain Kirab Merah Putih, PNIB menghadirkan Parade Budaya Nusantara dengan menampilkan ondel-ondel dan seni bela diri pencak silat khas Betawi.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya mengangkat tradisi, budaya, serta kearifan lokal Betawi sebagai bagian dari kekayaan kebudayaan nasional.
Menurut Gus Wal, pelestarian budaya daerah memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa sekaligus memperkuat persaudaraan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
PNIB memandang keberagaman budaya sebagai kekuatan bangsa yang harus terus dirawat agar nilai-nilai kebangsaan tetap tumbuh di tengah masyarakat.
PNIB Soroti Persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan
Dalam kesempatan tersebut, Gus Wal juga menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi keprihatinan bersama.
Menurutnya, karhutla tidak semestinya dipandang sebagai persoalan lingkungan semata. Masalah tersebut juga berkaitan dengan keselamatan masyarakat, kesehatan publik, kelestarian ekosistem, serta tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat.
PNIB mendesak pemerintah memperkuat langkah pencegahan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, serta penanganan dan pemulihan wilayah terdampak secara serius dan berkelanjutan.
PNIB Dorong 16 November Jadi Hari Toleransi Nasional
Selain menyoroti karhutla, PNIB mendorong pemerintah menetapkan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional.
Usulan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan toleransi, menghormati perbedaan keyakinan dan latar belakang, serta mencegah diskriminasi dan kekerasan yang mengatasnamakan identitas.
Gus Wal menegaskan bahwa toleransi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar menjadi slogan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah bangsa. Merah Putih harus menjadi rumah bersama bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, kami mendorong penguatan toleransi dan berharap 16 November dapat ditetapkan sebagai Hari Toleransi Nasional,” ujarnya.
Menurut PNIB, penetapan Hari Toleransi Nasional perlu diikuti langkah konkret melalui kebijakan publik dan penerapan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
PNIB Dukung TNI dan Polri dalam Menjaga Persatuan
Kirab Merah Putih dan Parade Budaya Nusantara tersebut merupakan penyelenggaraan kelima yang dilakukan PNIB di Jakarta.
Melalui kegiatan ini, PNIB juga menyampaikan dukungan kepada TNI agar senantiasa manunggal bersama rakyat serta mendukung Polri dalam melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat tanpa pandang bulu.
Gus Wal menekankan bahwa menjaga persatuan dan keutuhan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mendukung TNI agar terus manunggal bersama rakyat dan Polri agar senantiasa melayani, mengayomi, serta melindungi masyarakat tanpa pandang bulu. Menjaga keutuhan Indonesia merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
PNIB berharap kegiatan Kirab Merah Putih dan Parade Budaya Nusantara dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan Indonesia.
Perlawanan terhadap intoleransi, terorisme, korupsi, dan berbagai tindakan yang mengancam persatuan bangsa, menurut PNIB, perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta penguatan solidaritas sosial. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar