Program Lumbung Pangan BAZNAS RI di Magelang Dukung Petani dengan Rp600 Juta
- calendar_month 22 jam yang lalu

Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menghadiri FGD Program Lumbung Pangan Padi dan Cabai BAZNAS RI yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Magelang.
BNews—MAGELANG— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan ekonomi petani di Kabupaten Magelang melalui Program Lumbung Pangan. Program tersebut mengembangkan budidaya padi dan cabai dengan total luasan sekitar 90 hektare.
Dari total lahan tersebut, sebanyak 75 hektare digunakan untuk tanaman padi dan 15 hektare untuk budidaya cabai.
Program Lumbung Pangan BAZNAS RI tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Program Lumbung Pangan Padi dan Cabai BAZNAS RI yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (18/9/2026).
BAZNAS Dorong Pemberdayaan Petani Magelang
Ketua BAZNAS Kabupaten Magelang M. Kholid As’adi mengatakan, Program Lumbung Pangan menjadi bentuk kepercayaan BAZNAS RI dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Kami berharap program ini bisa berhasil dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Kami juga mohon arahan dan petunjuk agar program ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada bantuan modal usaha, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan petani agar dapat mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.
Perwakilan Divisi Usaha Pertanian dan Perkebunan BAZNAS RI, Tatik Kurniati, mengatakan Program Lumbung Pangan merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan.
Program tersebut diarahkan agar petani tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga memperoleh pendampingan budidaya, penguatan kelompok, manajemen keuangan hingga akses pasar.
“Tujuannya bagaimana para petani bisa lebih profesional dalam budidayanya, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Program Lumbung Pangan Sasar Petani Salaman dan Sawangan
Di Kabupaten Magelang, Program Lumbung Pangan BAZNAS RI menyasar kelompok petani di wilayah Salaman dan Sawangan.
Komoditas yang dikembangkan terdiri atas padi dan cabai dengan total lahan sekitar 90 hektare. Sebanyak 75 hektare dialokasikan untuk tanaman padi, sedangkan 15 hektare lainnya untuk tanaman cabai.
Nilai dukungan program tersebut disebut mencapai sekitar Rp600 juta untuk dua kelompok petani.
Selain bantuan usaha, BAZNAS juga menyiapkan pendampingan teknis agar para petani mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.
Hasil panen cabai juga diarahkan memiliki kepastian pasar melalui keterlibatan off-taker. Dengan skema tersebut, petani tidak hanya didorong meningkatkan produksi, tetapi juga mendapatkan akses pemasaran hasil pertanian.
Bupati Magelang Dorong Konsolidasi Kelompok Petani
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan pentingnya konsolidasi antarkelompok petani dalam menjalankan program pertanian.
Menurutnya, pengelolaan lahan dalam satu kawasan akan memudahkan proses pendampingan sekaligus intervensi berbagai program pemerintah.
“Kalau konsolidasi geografisnya ada, insyaallah akan lebih mudah. Bantuan-bantuan pemerintah juga bisa diarahkan berdasarkan konsolidasi geografis,” kata Grengseng.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kekompakan sumber daya manusia di tengah kecenderungan masyarakat yang semakin individualistis.
Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh bantuan modal. Kemampuan petani untuk bekerja dalam kelompok, meningkatkan keterampilan, dan menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarnya juga menjadi bagian penting.
“Petani dengan keahliannya harus bisa menjadi teladan bagi yang lain,” ujarnya.
Program Lumbung Pangan BAZNAS RI di Kabupaten Magelang diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani, meningkatkan produktivitas padi dan cabai, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan keluarga. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar