KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, Pemilik Bicara Soal Usia Kapal 39 Tahun
- calendar_month 11 menit yang lalu

ilustrasi KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa ternyata usia Kapal 39 tahun
BNews—NASIONAL— Manajemen Virgo Karya Shipping (VKS) memberikan penjelasan mengenai usia KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Laut Jawa saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kapal yang membawa 243 orang tersebut diketahui telah berusia 39 tahun. Usia kapal kemudian menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian setelah insiden KM Virgo Transport 8.
GM PT Virgo, Yoel Rihi, menegaskan usia kapal tidak dapat disamakan dengan usia manusia. Ia menjelaskan, kondisi dan kelayakan kapal tidak hanya ditentukan oleh umur, tetapi juga perawatan serta pemenuhan standar keselamatan dan kelayakan berlayar.
“Ini sebenarnya mau saya luruskan. Kapal ini jangan kita perlakukan itu seperti manusia atau barang-barang organik, makin tua itu makin jelek,” kata Yoel kepada wartawan di kantor VKS Jalan Perak Barat 215 A, Surabaya, Senin (14/9/2026).
Mesin Kapal Bisa Direbuild dan Diganti
Yoel menjelaskan, berbagai komponen kapal dapat diperbaiki, disesuaikan, bahkan diganti apabila diperlukan. Perawatan tersebut dilakukan dengan mengikuti ketentuan dan aturan yang berlaku.
“Plat yang tipis pun bisa di-double. Kita enggak mungkin berani melayarkan kapal yang tidak sesuai dengan perundang-undangan,” jelasnya.
Menurut Yoel, penyesuaian dan perawatan kapal dilakukan untuk memastikan kapal memenuhi standar yang ditetapkan sebelum dinyatakan siap berlayar.
“Tentu banyak penyesuaian yang perlu dilakukan. Itu udah kita lakukan, sudah sesuai standar, maka kita bisa putuskan kapal itu siap berlayar,” tambahnya.
Ia juga memastikan kondisi fisik KM Virgo Transport 8 sebelum berlayar dinyatakan layak. Hal tersebut termasuk kelengkapan dokumen, Surat Persetujuan Berlayar (SPB), hingga kelaiklautan kapal.
KM Virgo Transport 8 Sempat Docking Februari 2026
Terkait perawatan kapal, Yoel menyebut KM Virgo Transport 8 terakhir menjalani docking pada Februari 2026. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara menyeluruh untuk memenuhi standar yang ditetapkan.
“Informasi docking, terakhir itu kita lakukan di bulan Februari tahun ini, 2026. Full. Pasti harus. Karena biar memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Namun, terkait mekanisme penanganan keadaan darurat ketika insiden terjadi, termasuk aktivasi alarm keselamatan dan proses penurunan sekoci, pihak manajemen masih menunggu informasi resmi dari kru kapal.
“Untuk mekanisme ini, kita masih belum dapat data aslinya. Karena untuk memberikan keterangan, kru kan harus ditanya dulu. Nah, untuk ini mungkin nanti bisa dijawabnya nanti oleh Basarnas. Kalau kami masih dapat data simpang siur, belum bisa memastikan. Tapi langkah baiknya untuk kepastian ini kita diskusikan dengan Basarnas saja,” urainya.
Manajemen Fokus Pulihkan Kondisi Kru
Yoel mengatakan, manajemen saat ini lebih memprioritaskan pemulihan kondisi kru KM Virgo Transport 8 yang berhasil dievakuasi.
Menurutnya, kru perlu mendapatkan waktu untuk beristirahat dan menjalani perawatan sebelum memberikan keterangan secara rinci mengenai kejadian yang menyebabkan kapal terbalik dan tenggelam.
“Soalnya saya juga pasti nunggu data dari mereka. Dan emang dari kru pun kita enggak akan pasti langsung nanya, ‘Gimana? Ada apa? Kejadian apa?’ Karena kita fokusin mereka istirahat dulu, dirawat dulu sampai mereka sehat dan selamat,” pungkasnya.
KM Virgo Transport 8 Bawa 243 Orang
KM Virgo Transport 8 diketahui mengalami insiden saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026). Kapal tersebut mengangkut 243 orang.
Berdasarkan data sementara yang disampaikan dalam laporan tersebut, sebanyak 114 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia.
Sementara itu, masih terdapat 129 orang lainnya yang belum ditemukan dalam proses pencarian dan evakuasi.
Insiden KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa tersebut menjadi perhatian, termasuk terkait usia kapal yang mencapai 39 tahun. Pihak perusahaan menegaskan bahwa usia kapal tidak secara otomatis menentukan kelayakan berlayar karena terdapat proses perawatan, pemeriksaan, serta pemenuhan standar keselamatan dan kelaiklautan kapal. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar