Ruwat Rawat Borobudur Digelar di 15 Lokasi selama 72 Hari

BNews–MUNGKID– Ruwat Rawat Borobudur ke 16 segera dimulai. Di 15 tempat di Magelang disiapkan untuk event 72 hari ini.

EVENT: Konferensi Pers persiapan acara Ruwat Rawat Borobudur ke 16 di Ruang Bagar Gedung DPRD Kabupaten Magelang (6/2)-(Foto--bsn)

EVENT: Konferensi Pers persiapan acara Ruwat Rawat Borobudur ke 16 di Ruang Bagar Gedung DPRD Kabupaten Magelang (6/2)-(Foto--bsn)

BNews–MUNGKID– Ruwat rawat Borobudur ke 16 bakal segera dimulai. Even budaya ini akan digelar di 15 tempat di Kabupaten Magelang selama 72 hari.

Ruwat Rawat Borobudur adalah hajad masyarakat yang diselenggarakan oleh komunitas pecinta Seni dan Budaya Borobudur, yang secara terus-menerus melakukan pergaulan sebagai jaringan informasi budaya lintas daerah, lintas kelompok, lintas agama dan lintas apapun. Jaringan antar kelompok yang didasari kepentingan bersama dan saling memanfaatkan inilah yang ternyata telah mampu menggali dan menyelenggarakan kembali berbagai acara budaya berbasis tradisi yang digelar disekitar kawasan Candi Borobudur pada tahun 2019 ini.

Kegiatan Ruwat rawat ke 16 kali ini mengangkat tema “Ngolah Budi Lan Pengangen-angen murihh lestari lan majuning Budaya” (Berpikir untuk Kelestarian dan Kemajuan Kebudayaan). Dan akan terselenggara mulai 9 Februari 2019 hingga 27 April 2019 di 15 tempat di wilayah Magelang bersama sama Brayat Panangkaran dan puluhan sanggar seni di Magelang maupun luar Magelang.

Sucoro salah satu budayawan Borobudur sekaligus penggagas Ruwat Rawat Borobudur ini mengungkapkan bahwa acara ini sudah berlangsung selama 16 tahun secara mandiri. “Tidak lain tidak bukan selain melestarikan kebudayaan lokal juga meningkatkan pengunjung wisata di Borobudur dan sekitarnya,” katanya pada konferensi pers di Ruang Bagar DPRD Kabupaten Magelang pagi ini (6/2).

Dalam event kali ini banyak kegiatan akan terlaksana selama hampir tiga bulan. Antara lain adalah Sedekah Kedhung Winong, Sedekah Punthuk Setumbu, Jamasan Topeng Lengger, Sedekah Makam Sunan Geseng, Jamasan Pitutur dan berbagai acara tradisi lain yang dengan latar belakang suku, ras dan agama yang berbeda dimana akan di pentaskan di beberapa tempat dengan jadwal yang sudah diagendakan.

Ditanya terkait kenapa event ini berjalan hampir tiga bulan, Sucoro mengatakan bahwa Ruwat Rawat Borobudur ini adalah komunikasi budaya dan interaksi budaya. “Kita juga menyesuaikan waktu event event yang masuk dalam satu rangkaian Ruwat Rawat Borobudur ini,’ jelasnya.

“Event selama ini ternyata telah menjadi ikon penting bagi masyarakat kawasan Borobudur dan sekitarnya, serta telah mampu menarik wisatawan baik asing maupun domistik untuk berkunjung kesini,” imbuhnya.

Salah satu pertunjukan unggulan untuk membangun inspirasi terkait dengan kualitas budaya etnik dan untuk menempatkannya di masa kekinian juga akan digelar. Hal tersebut nanti akan terwujud melalui pagelaran Sendratari Kidoeng Karma Wibangga.

“Kidoeng Karma Wibangga merupakan sebuah garapan sendratari dimana cerita dalam tarian tersebut bersumber pada relief paling bawah dinding Candi Borobudur yang menceritakan tentang hukum sebab akibat. Berbasis pada kesenian tradisi masyarakat yang ada dan berkembang di sekitar kawasan Borobudur, sendratari ini merupakan salah satu hasil karya Ruwat Rawat Borobudur,” paparnya.

“Saya berharap melalui kegiatan Ruwat Rawat Borobudur, kedepannya Borobudur akan semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan dari kalangan seniman, budayawan, dan rohaniawan antar religus yang ada di Indonesia maupun juga manca negara untuk saling balajar dan berbagi tentang kebudayaan mereka masing-masing,” harapnya.

Sucoro juga menegaskan bahwa kami bukan pekerja atau pengerjaan proyek kesenian. “Kami bergerak atas nama masyarakat peduli pariwisata yang ingin membantu pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Magelang,” tandasnya.

Sementara PLT Kabid Pemasaran Disparpora Kabupaten Magelang, Zumrotun Rini menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan ini dan mengapresiasi sudah berjalan selama 16 tahun. “Karena memang keterbatasan anggaran dari yang ditetapkan pemerintahan daerah masih belum spesifik untuk kegiatan ini, namun kami tetap akan membantu sebisa kami seperti melalui promosi yang kami lakukan,” katanya.

“Kami berharap kegiatan ini semakin maju dan bagus dengan konsep lebih hebat lagi,” imbuhnya.


Bagi para wisatawan tidak usah khawatir terkait jadwal dan tempat pementasan event event di Ruwat Rawat ke 16 kali ini. Bisa dipantau di akun intagram mereka official mereka @seklapborobudur. (Bsn)

error: Content is protected !!