Seminggu 29 Longsor Terjadi, Delapan Kecamatan di Magelang Masuk Zona Rawan
- calendar_month Ming, 18 Jan 2026

ilustrasi Bencana Tanah Longsor
BNews-MAGELANG— Ancaman bencana hidrometeorologi masih tinggi di Kabupaten Magelang pada awal tahun 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan puncak potensi bencana hujan deras dan tanah longsor diperkirakan akan terjadi antara Januari hingga Februari.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono, kepada awak media.
Menurut Edi, hingga kini pihaknya belum menetapkan status tanggap darurat bencana karena situasi masih dinilai terkendali. Meski demikian, ancaman bencana seperti tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir tetap ada di sejumlah titik wilayah.
“Meskipun masih ada sejumlah ancaman, seperti tanah longsor, pohon tumbang, serta banjir di sejumlah titik. Ancaman itu belum sampai mengancam perekonomian daerah maupun fasilitas umum,” ujarnya.
Edi juga menyampaikan bahwa BPBD terus memantau aktivitas Gunung Merapi yang berada pada status level siaga.
“Untuk ancaman Gunung Merapi saat ini adalah awan panas guguran (APG) yang menimbulkan abu vulkanik,” jelasnya.
Data Longsor Minggu Ini: 29 Kejadian
Dari hasil pemantauan dan pemetaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Magelang, tercatat 29 kejadian tanah longsor terjadi sepanjang tanggal 11 hingga 18 Januari 2026.
Fenomena ini menjadi perhatian khusus pihak berwenang dan meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Di minggu kemarin saja, dari tanggal 11 hingga 18 Januari tercatat ada 29 kejadian tanah longsor di Kabupaten Magelang. Sehingga kami meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan beberapa hari ini,” pesan Edi.
Selain itu, pada 13 Januari lalu BPBD Kabupaten Magelang melakukan evakuasi warga di Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan longsor yang mengancam keselamatan warga, terutama saat hujan deras yang terjadi pada hari itu.
Delapan Kecamatan Rawan Longsor di Magelang
Hasil pemetaan BPBD menunjukkan bahwa terdapat delapan kecamatan di Kabupaten Magelang yang masuk dalam daftar wilayah rawan tanah longsor. Kecamatan tersebut antara lain:
- Borobudur
- Salaman
- Kajoran
- Windusari
- Kaliangkrik
- Tegalrejo
- Pakis
- Ngablak
Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk selalu siaga dan memperhatikan informasi terbaru dari BMKG serta BPBD setempat, mengingat kondisi tanah yang labil bisa memicu longsor susulan bila hujan masih terus mengguyur. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar