Sri Sultan Hamengkubuwono II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

BNews-MAGELANG– Menyambut dengan penuh kesyukuran, pada 212 tahun peristiwa geger Sepehi, keluarga Trah Sri Sultan Hamengkubuwono II; bersama Masyarakat Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek menggelar kirab budaya untuk mengusulkan Sri Sultan HB II sebagai pahlawan Nasional pada Kamis (20/6/2024).

Kirab ini juga sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa penyerbuan Keraton Yogyakarta oleh Inggris pada tanggal 19-20 Juni 1812; guna menggulingkan Sultan Hamengkubuwana II karena menolak bekerja sama dengan pemerintahan kolonial yang baru.

Kegiatan kirab ini dimulai dengan gladi resik di halaman balai desa Pagerejo. Kemudian dilanjutkan ke halaman Gedung Adipura Kencana Wonosobo; menuju kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Wonosobo.

Hal itu untuk menyerahkan dokumen pengajuan pahlawan nasional berupa buku profil Sri Sultan Hamengkubuwono II; yang berjudul ‘Sultan Hamengku Buwono II Pahlawan Lentera Nusantara’.

Dr. Ananta Hari Noorsasetya, Ketua tim penyusun buku yang sekaligus merupakan anggota keluarga Trah Sri Sultan Hamengkubuwono II; menyatakan bahwa usulan Sri Sultan HB II sebagai pahlawan nasional sudah berlangsung sejak tahun 2016 oleh Mein Sugandhi dan Ibu Leginingsih.

Dengan latar belakang Desa Pagerejo, Ananta menjelaskan bahwa banyak jasa Sultan Hamengkubuwono II; dalam mempertahankan bangsa Indonesia, sehingga patut dijadikan inspirasi bagi seluruh bangsa Indonesia.

Ananta juga menjelaskan bahwa banyak peninggalan Sultan Hamengkubuwono II yang masih dilestarikan; seperti bangunan dan seni arsitektur dengan ciri khas yang masih sering digunakan.

CEK BERITA UPDATE DAN MENARIK LAINNYA DISINI (KLIK GRATIS)

Perjalanan dan perjuangan Sri Sultan Hamengkubuwono II telah tertulis dalam buku ‘Sultan Hamengku Buwono II Pahlawan Lentera Nusantara’.

“Masa heroisme Sri Sultan Hamengkubuwono II menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia. Kehebatan beliau dalam melawan penjajahan di negeri ini sungguh luar biasa,” kata Ananta.

Buku dengan tebal 87 halaman tersebut ditulis melalui proses riset oleh tim peneliti yang terdiri dari anggota keluarga Trah Sri Sultan HB II; dan beberapa tokoh lokal yang telah berkontribusi sebelum inisiatif pengusulan.

Selama ini Sultan Hamengkubuwono II dianggap memiliki hubungan erat dengan Desa Pagerejo, di lereng gunung Sindoro. Masyarakat setempat sangat mengenal nama Raden Mas Sundoro yang merupakan nama kecil Sultan Hamengkubuwono II.

Menurut catatan dari keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono II lahir di lereng Gunung Sindoro, tepatnya Desa Pagerejo, Wonosobo pada 7 Maret 1750.

Pada masa itu, sebelum berdirinya keraton Yogyakarta pada era Palihan Nagari, perjanjian Giyanti di tahun 1755.

Dokumen pendaftaran pengusulan pahlawan nasional Sri Sultan Hamengkubuwono II diserahkan oleh Kepala Desa Pagerejo, Akhmad Nurwadi; kepada Sekretaris Dinsos PMD Kabupaten.

Kepala Desa Pagerejo Akhmad Nurwadi menyatakan bahwa kebudayaan terkait dengan Sri Sultan Hamengkubuwono II masih berakar kuat di masyarakat Desa Pagerejo.

“Saat ini, di desa terdapat banyak peninggalan budaya yang terkait dengan beliau. Budaya tersebut masih terjaga dan dilestarikan di Pagerejo; seperti kesenian tarian dan upacara yang masih dilaksanakan setiap 70 hari sekali,” kata Nurwadi.

Salah satu tradisi tersebut adalah Tenongan yang rutin diadakan setiap 70 hari sekali pada hari Jumat Kliwon, diikuti oleh ratusan warga di makam Sikramat.

Dalam tradisi ini, masyarakat merayakan kemenangan Raden Mas Sundoro melawan penjajah pada zamannya.

CEK BERITA UPDATE DAN MENARIK LAINNYA DISINI (KLIK GRATIS)

Selain itu, terdapat situs alam seperti Tuk Surodilogo di atas desa di lereng Sindoro, yang juga memiliki kisah; yang erat dengan Raden Mas Sundoro atau Sri Sultan Hamengkubuwono II, berupa tempat pertapaan dan pemandian dari mata air.

Sementara itu, dokumen pendaftaran pengusulan pahlawan nasional Sri Sultan Hamengkubuwono II diserahkan; oleh Kepala Desa Pagerejo, Akhmad Nurwadi, kepada Sekretaris Dinsos PMD Kabupaten.

Menyambut pendaftaran dan pengusulan, Sekretaris Dinsos PMD Kabupaten Wonosobo, Eko Prasetyo; mengungkapkan bahwa setelah menerima dokumen persyaratan pendaftaran, pihaknya akan memeriksa kelengkapan dokumen terlebih dahulu.

“Kelengkapan dokumen yang diajukan akan kami sampaikan ke Dinsos provinsi. Setelah itu, masih ada tahapan selanjutnya,” kata Eko Prasetyo. (*/rri)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!