Sempat Harumkan Nama Jogja Lewat Moto2, Ini Kabar Terbaru Doni Tata Pradita

BNews—JOGJAKARTA— Nama pebalap Tanah Air kelahiran Jogjakarta yang sempat terjun di ajang Moto2, Doni Tata Pradita, lama tak terdengar kabarnya. Nama Doni Tata pun selalu teringat saat para pecinta balap motor menonton gelaran adu cepat di sirkuit yang ditayangkan salah satu televisi swasta.

Doni Tata adalah pebalap Indonesia yang pernah mewarnai kejuaraan balap motor dunia selama 2005-2008 dan 2013. Ia pernah menjajal kelas 125cc, 250cc, dan kelas menengah dalam tangga kejuaraan MotoGP yakni, Moto2. 

Lalu, apa kesibukan pria kelahiran 21 Januari 1990 ini, sih? Ternyata ia masih menggeluti dunia kancah balap dan masih aktif dengan dunia otomotif.

”Aku tinggal di Jogja sekarang. Ya, ngurusi bengkel dan ikut balapan supermoto gitu, sih. Aktif di tingkat nasional, kalau Asia sih enggak full seri cuma ikut wild card saja,” ujar Doni Tata, Senin (17/5).

Balapan supermoto yang dimaksudnya adalah kejuaraan bertajuk Trial Game. Motor yang digunakan adalah jenis motor trail.

Biasanya, balapan digelar di beberapa kota di Indonesia. Seperti Jogjakarta di Stadion Mandala Krida, Malang di Stadion Kanjuruhan dan daerah lainnya.

Doni Tata menjadi juara umum Trial Game Asphalt 2017 di kelas FFA 250 dan FFA. Kini, ia tergabung dengan Team Djava Adventure.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Untuk saat ini, Doni Tata mengaku sedang menjalankan dua bengkel. Yang satu adalah usaha milik orang tua, sedang satu lagi adalah atas namanya sendiri, Doni Tata Sport Plaza yang berada di Aparko Kusuma Regency Kav 15-16, Jalan Magelang KM14, Catur Harjo, Sleman, Jogjakarta.

Pria 31 tahun yang pernah membintangi sinetron remaja ’Anak Jalanan’ pun menjelaskan alasan di balik dirinya memilih opsi membuka bengkel. ”Karena aku berkecimpung di dunia motor dan balap motor. Sesuai dengan hobi yang aku geluti, jadi sudah paham betul karakter usahanya,” jelasnya. 

”Fokusnya di (modifikasi motor untuk) segmen Enduro, Motocross, melayani tune up, servis harian, jualan spare part dan pembikinan SIM balap untuk road race gitu. Itu yang di Jalan Magelang, kalau yang punya orang tua hanya untuk servis harian,” sambung pria yang juga hobi bersepeda itu.

Doni Tata mengungkapkan, seorang pebalap tidak mungkin balapan selamanya dan harus memikirkan masa depan. Kendati turun mengaspal sebagai pebalap dan menjadi pengusaha bengkel jelas berbeda, ia tetap menikmati keduanya karena keduanya adalah passion-nya.

”Enggak selamanya kita balapan. Jadi, setelah balapan, harus bisa maintain kerjaan (untuk kehidupan di masa depan),” ungkapnya.

”Ada plus dan minusnya. Kalau balapan kan kita hobi, tetapi dibayar. Kalau di bengkel, kita benar-benar kerja, tetapi tetap sesuai passion kita,” tandasnya.

Doni Tata Pradita pernah menjadi pebalap kebanggaan Indonesia. Sebab, hingga 2020, ia adalah satu-satunya pebalap Tanah Air yang mampu meraih poin di Kejuaraan Moto2.

Pertama di seri kelas 250cc China pada 2008 saat membela Yamaha Indonesia Pertamina dan kedua di seri Australia pada 2013 ketika turun untuk Federal Oil Gresini Moto2. Ia meraih masing-masing 1 poin di dua balapan itu karena berhasil finis di urutan 15. 

Kini, pencapaiannya tersebut telah ada yang menyamai setelah Andi Gilang alias Andi Farid Izdihar sukses finis ke-15 dalam gelaran MotoGP Prancis 2021, Minggu (16/5) lalu. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: