Seorang Ibu Gantung Diri Sambil Peluk Bayinya

BNews—UNGARAN— Aksi bunuh diri dilakukan seorang ibu asal Desa Kesongo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, hari ini (2/9). Mirisnya, aksi gantung diri itu dilakukan sembari memeluk bayinya.

Aksi bunuh diri itu dilakukan oleh Siti Dhuriyari, 36. Dia memilih mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan diri di dapur. Anaknya yang masih bayi masih dalam gendongan.

“Jadi aksi bunuh diri ini diketahui setelah keluarganya mendengar bayi terus menangis pukul 03.00 pagi tadi,” kata Kapolsek Tuntang AKP K. Susanto seperti dikutip ungarannews.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui keluarga korban yang tinggal serumah, Regarningsih. Saksi terbangun setelah mendengar suara tangisan bayi korban.

“Saksi Regarnigsih curiga karena bayi korban terus-terusan menangis. Kemudian dia berinisiatif mencari sumber arah tangisan bayi korban,” ujarnya.

BACA JUGA : Kontroversi Disertasi Mahasiswa UIN Jogja Halalkan Hubungan Intim Di Luar Nikah

Saksi mengetahui asal tangisan bayi korban dari dapur rumah. Namun betapa kagetnya ketika menuju dapur melihat saudaranya sudah gantung diri sembari menggendong bayinya.

Berdasarkan keterangan dihimpun menyebutkan motif korban nekat bunuh diri diduga karena depresi harus menghidupi anaknya yang masih bayi. Sedangkan korban sudah tidak punya suami setelah menikah 3 kali berakhir dengan perceraian. (bn1/jar)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: