Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » SIBETON Diluncurkan di Magelang, Uji Material Konstruksi Kini Lebih Transparan

SIBETON Diluncurkan di Magelang, Uji Material Konstruksi Kini Lebih Transparan

  • calendar_month 15 menit yang lalu

BNews—MAGELANG— Pemerintah Kabupaten Magelang meluncurkan SIBETON atau Sistem Blind-Test dan Elektronik Transparan untuk Optimalisasi Nilai Laporan Hasil Uji Laboratorium Konstruksi di UPTD Jasa dan Peralatan Konstruksi DPUPR Kabupaten Magelang, Kamis (24/9/2026).

Inovasi SIBETON tersebut digagas Evi Yuliyanti, Kepala UPTD Jasa dan Peralatan Konstruksi DPUPR Kabupaten Magelang. SIBETON menjadi proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah.

SIBETON dirancang untuk meningkatkan objektivitas dan transparansi dalam pengujian material konstruksi sekaligus menutup celah potensi kecurangan dalam proses pelayanan laboratorium konstruksi.

PJ Sekda Kabupaten Magelang yang juga Kepala DPUPR Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, mengatakan salah satu kunci penerapan SIBETON adalah sistem blind test. Melalui sistem tersebut, identitas pemilik sampel tidak diketahui petugas laboratorium sehingga hasil pengujian diharapkan tidak dipengaruhi kepentingan tertentu.

“Kalau tahu ini sampelnya si A, bisa diatur. Dengan sistem ini penguji tidak tahu ini punya siapa. Diharapkan hasilnya objektif sesuai sampel yang disampaikan ke laboratorium,” kata David.

Proses Pengujian Material Menggunakan Sistem Elektronik

Selain menerapkan blind test, mekanisme pelayanan SIBETON dilakukan secara elektronik. Pemohon dapat melakukan pendaftaran secara daring, kemudian sampel yang akan diuji diberi barcode sebelum masuk ke proses pengujian.

Dalam proses tersebut, teknisi laboratorium tidak diperbolehkan berkomunikasi secara langsung dengan pemohon. Mekanisme ini diterapkan untuk menjaga independensi proses pengujian material konstruksi.

Tidak hanya proses pengujian, laporan hasil uji juga diterbitkan secara elektronik menggunakan barcode. Kode tersebut dapat digunakan untuk mengecek keaslian laporan sehingga dokumen hasil pengujian menjadi lebih sulit dipalsukan.

“Pembayarannya juga langsung masuk ke kas daerah. Kami tidak menerima pembayaran tunai,” ujar David.

SIBETON Tidak Hanya untuk Pengujian Beton

Evi Yuliyanti mengatakan layanan SIBETON tidak hanya mencakup pengujian beton. Laboratorium juga mengembangkan layanan pengujian berbagai material konstruksi, seperti besi, tanah, paving, serta material konstruksi lainnya.

Layanan tersebut juga tidak hanya diperuntukkan bagi proyek pemerintah. Masyarakat yang membangun rumah secara mandiri dapat memanfaatkan layanan laboratorium untuk memastikan material konstruksi yang digunakan memenuhi standar.

“Sasarannya bukan hanya proyek APBN atau APBD. Masyarakat yang ingin memastikan bangunannya kuat, misalnya untuk rumah dua lantai, juga bisa memanfaatkan layanan ini,” kata Evi.

Menurut Evi, pengujian material sejak awal memungkinkan kesesuaian material dan campuran yang akan digunakan penyedia diketahui sebelum diterapkan di lapangan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Apabila hasil pengujian menunjukkan material atau campuran belum memenuhi standar yang ditentukan, maka material tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum digunakan dalam pembangunan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekaligus memperpanjang umur infrastruktur. Jalan, jembatan, maupun bangunan yang dibangun menggunakan material sesuai spesifikasi diharapkan lebih tahan lama sehingga kebutuhan perbaikan dapat ditekan.

Belum Semua Jenis Pengujian Terakreditasi

Meski layanan laboratorium terus dikembangkan, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan. Belum seluruh jenis pengujian yang tersedia telah terakreditasi.

Pengujian material besi dan tanah, misalnya, masih berada dalam proses pengembangan akreditasi.

Peluncuran SIBETON mendapat dukungan dari sejumlah asosiasi dan pelaku usaha konstruksi, di antaranya INKINDO, GAPENSI, dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Inovasi tersebut juga mendapat dukungan melalui program CSR perusahaan.

Intan dari PT Cahaya Lestari Permai Abadi mengatakan pihaknya mendukung penerapan SIBETON karena dinilai sejalan dengan upaya menjaga mutu infrastruktur.

“Kami percaya dengan Sibeton akan ada ekosistem anti-fraud yang menciptakan iklim kompetisi usaha yang sehat, jujur dan transparan bagi semua vendor,” ujarnya.

Sementara itu, Lucya Desi, Branch Manager Lemkra Cabang Yogyakarta, menilai peningkatan kualitas material konstruksi perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja di sektor konstruksi.

Menurutnya, perkembangan teknologi material perlu didukung tenaga kerja yang memiliki kemampuan untuk menerapkannya secara tepat di lapangan.

“Kami sangat konsen dengan menjaga kualitas. Sibeton ini luar biasa karena ikut menjaga kualitas pembangunan dan menjadi inovasi yang perlu dicontoh laboratorium lainnya,” katanya.

Bagian dari Program Peningkatan Mutu Konstruksi

Peluncuran SIBETON pada Kamis (24/9/2026) menjadi bagian dari rangkaian program DPUPR Kabupaten Magelang yang dilaksanakan secara terintegrasi sejak 16 September hingga 25 September 2026.

Selain peluncuran SIBETON, UPTD Jasa dan Peralatan Konstruksi juga menggelar Pelatihan Tenaga Kerja Konstruksi, program Sertifikasi SKK, serta Pembinaan Jasa Konstruksi.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem konstruksi yang tangguh sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur di Kabupaten Magelang.

Melalui penerapan sistem pengujian yang lebih transparan, digital, dan objektif, SIBETON diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu material konstruksi serta mendorong terciptanya pelayanan laboratorium konstruksi yang lebih akuntabel di Kabupaten Magelang. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less