Usai Guru Diserang OTK, Warga Sambak Magelang Tingkatkan Penjagaan Setiap Malam
- calendar_month 10 menit yang lalu

Sejumlah warga menunjukkan halaman depan rumah korban penganiayaan di Jarakan Barat Sambak Kajoran Magelang
BNews—MAGELANG— Warga Dusun Jarakan Barat, Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, memperketat penjagaan lingkungan setelah seorang guru menjadi korban dugaan penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Senin (21/9/2026) dini hari.
Penjagaan dilakukan pemuda setempat setiap malam sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada warga setelah kasus penganiayaan tersebut terjadi.
Ketua RT 13, Sutrisno (37), mengatakan penjagaan lingkungan dilakukan terutama di sekitar rumah korban. Menurutnya, warga kini lebih waspada dibandingkan kondisi sebelum kejadian.
“Untuk sementara pemuda sini, setiap malam itu lebih waspada dan terus melakukan penjagaan rumah korban,” ujar Sutrisno.
Menurut Sutrisno, kegiatan ronda malam di lingkungan tersebut sebelumnya tidak berjalan secara rutin. Penjagaan lebih banyak dilakukan oleh para pemuda yang biasa berkumpul pada malam hari.
“Biasanya itu masih ada pemuda nongkrong malam, tapi pas kejadian berlangsung itu barengan sama pas setelah mati lampu, jadi tidak ada yang yang nongkrong pas malam kejadian” imbuhnya.
Warga Sambak Mengaku Resah
Muhammad Arif Wicaksono (19), salah seorang tetangga korban, mengatakan warga menjadi lebih waswas setelah mengetahui adanya orang yang masuk ke rumah korban dan melakukan penganiayaan.
“Yang jelas resah. Setiap malam diperketat terus di sini. Sampai kasusnya tuntas, pokoknya penjagaan ini diperketat terus,” katanya.
Keresahan juga dirasakan sepupu korban, Adil Sunarso (48). Ia berharap kepolisian segera mengungkap kasus tersebut agar tidak menimbulkan kekhawatiran berkepanjangan di lingkungan masyarakat.
“Tetap harus terus diusut biar segera terungkap. Pelakunya jadi jelas, agar tidak membuat resah lagi, terutama warga sini,” ujarnya.
Sutrisno menambahkan, kasus dugaan penyerangan tersebut masih dalam proses penyidikan setelah sebelumnya ditangani Polsek dan kemudian dilimpahkan ke Polres Magelang.
Warga berharap proses pengungkapan kasus dapat segera dilakukan sehingga situasi keamanan di Dusun Jarakan Barat, Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, kembali normal.
Kronologi Guru Diserang OTK di Sambak
Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan berusia 29 tahun, Enjang Gelisda Azizah, diduga menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal di rumahnya di Dusun Jarakan Barat, RT 12/RW 05, Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Senin (21/9/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat kejadian, korban berada di rumah bersama ayahnya yang sedang sakit.
Korban diduga diserang setelah membuka pintu kamar karena mendengar suara pintu digedor. Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka pada bagian kepala hingga mendapatkan jahitan. Tangan korban juga mengalami lebam dan berdasarkan pemeriksaan awal disebut mengalami retak.
Kakak korban, Nastiti Dyah Laniasari (32), mengatakan dirinya mengetahui kronologi kejadian setelah mendapat cerita langsung dari adiknya.
Menurut Nastiti, sebelum kejadian korban sempat merasa curiga karena melihat adanya bayangan atau seseorang yang beberapa kali terlihat sliwar-sliwer di sekitar rumah.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Jadi itu jam 00.30 atau jam 12:00an malam ada orang gedor-gedor pintu. Tapi dia itu sudah langsung di pintu kamar, depan pintu kamar,” kata Nastiti saat ditemui, Senin (21/9/2026).
Saat korban membuka pintu, orang tersebut diduga langsung menyerangnya menggunakan sebuah benda yang disebut korban berbentuk panjang. Namun, korban belum mengetahui secara pasti benda yang digunakan pelaku.
“Pas adik saya membuka, dia itu langsung menyerang, langsung mukul kepala pakai alat. Katanya sih kata adik saya itu panjang alatnya. Tapi enggak tahu apa,” ujarnya.
Pukulan tersebut membuat korban yang merupakan seorang guru sekolah swasta di Kajoran sempat kehilangan kesadaran. Dalam kondisi tersebut, pelaku diduga juga mengambil dan merusak telepon seluler milik korban.
“HP adik saya enggak tahu rusaknya, orang pas mau dipukul kan langsung itu, langsung pingsan,” jelasnya.
Nastiti menuturkan korban baru tersadar setelah pelaku tidak lagi berada di lokasi. Saat sadar, korban kemudian berusaha memastikan kondisi ayahnya yang berada di kamar lain.
“Jadi setelah dipukul, adik saya kan pingsan. Terus pas sadar itu pelakunya sudah enggak ada, tapi belum ada yang menolong,” ungkap Nastiti.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Korban kemudian mendatangi kamar ayahnya yang mengalami stroke dan tinggal bersamanya. Setelah memastikan ayahnya tidak mengalami apa-apa, korban justru mengalami kondisi yang cukup parah.
“Terus adik saya ke kamar Bapak, maksudnya lihat kondisi Bapak, kenapa-kenapa apa enggak. Nah, waktu itu sampai kamarnya Bapak itu lihat Bapak enggak kenapa-napa, terus muntah darah,” katanya.
Pemuda Datang Setelah Mendengar Informasi
Pertolongan baru datang sekitar pukul 02.00 WIB. Sejumlah pemuda yang sebelumnya mendapat informasi melalui grup WhatsApp mengenai adanya hal mencurigakan kemudian mendatangi rumah korban.
“Jam 02.00 itu terus pemuda panggil-panggil nama adik saya, terus sama adik saya, ‘minta tolong, Pak’, gitu. Terus pemuda pada masuk melihat kepala adik saya penuh darah, ” tutur Nastiti.
Korban kemudian langsung dibawa ke RSU Tidar Magelang untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga Senin pagi, korban masih menjalani pemeriksaan dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
“Masih. Soalnya kan harus pemeriksaan dan operasi juga,” ujarnya.
Nastiti menyebut korban mengalami luka pada bagian kepala yang mendapatkan jahitan di bagian belakang dan depan. Sementara tangan korban mengalami lebam dan berdasarkan pemeriksaan rontgen disebut terdapat keretakan.
“Kalau untuk operasi, operasi tangan sama kalau tadi sudah ada jahitan itu. Kalau untuk kepala belum ketemu dokternya untuk tindakannya bagaimana,” jelasnya.
Ciri-ciri Terduga Pelaku
Mengenai dugaan pelaku, keluarga belum dapat memastikan siapa orang yang melakukan penyerangan tersebut. Berdasarkan cerita korban, pelaku merupakan seorang laki-laki dengan ciri-ciri kepala gundul atau botak dan perawakan agak gemuk.
“Laki-laki, barusan katanya enggak punya rambut gitu, seingatnya itu gundul,” kata Nastiti.
“Perawakannya itu enggak tinggi banget, ya enggak kecil banget, tapi agak gemuk,” sambungnya.
Keluarga juga belum mengetahui secara pasti bagaimana orang tersebut bisa masuk ke dalam rumah. Sebab, menurut Nastiti, seluruh bagian rumah dalam kondisi terkunci.
“Kata warga itu masuk lewat jendela, tapi enggak tahu jendela yang mana,” ujarnya.
Tidak ada barang berharga yang diketahui hilang dalam kejadian tersebut. Laptop dan sejumlah telepon seluler yang berada di dalam rumah disebut masih ada.
“Enggak ada. Di kamar situ ada laptop, ada HP, masih utuh laptop dan lain-lainnya masih utuh,” ungkap Nastiti.
Nastiti mengatakan adiknya sehari-hari bekerja sebagai pengajar dan belum berkeluarga. Pihak keluarga juga mengaku belum mengetahui adanya persoalan atau konflik yang mungkin berkaitan dengan penyerangan tersebut.
“Belum, soalnya ditanya memang enggak punya musuh. Enggak pernah ke mana-mana, habis ngajar ya pulang,” katanya.
Meski demikian, keluarga sempat menduga kemungkinan penyerangan berkaitan dengan seseorang yang dikenal korban dalam aktivitasnya sebagai pengajar. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Katanya mungkin sama muridnya, kan maksudnya takut-takutnya menyakiti hati muride pas bilangin apa gitu, ada murid yang enggak terima gitu. Katanya enggak gitu,” jelasnya.
Nastiti menegaskan keluarga berharap polisi dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku.
“Ya, pelakunya tertangkap,” tegasnya.
Polisi Masih Selidiki Kasus
Sementara itu, PS Kasi Humas Polresta Magelang Ipda Ady Lilik Purbianto, S.H., M.H., membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut laporan terkait kasus tersebut telah diterima kepolisian.
“Benar, laporan sudah masuk kepolisian dan masih proses penyelidikan,” kata Ady.
Menurutnya, petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin pagi untuk mengumpulkan informasi dan barang bukti terkait dugaan penyerangan tersebut.
“Tadi pagi petugas juga sudah lakukan olah TKP di tempat kejadian,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan terduga pelaku. Sementara korban masih menjalani perawatan dan pemeriksaan medis di RSU Tidar Magelang.
Warga Dusun Jarakan Barat kini memperketat penjagaan lingkungan sambil menunggu proses penyelidikan kepolisian dan pengungkapan kasus dugaan penyerangan tersebut. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar