Siswi SMP 14 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Tanpa Busana, Polisi Amankan Seorang Pria
- calendar_month Rab, 25 Feb 2026

Jenazah siswi SMP di Kabupaten Sikka, NTT yang ditemukan meninggal dunia tanpa busana
BNews-NASIONAL – Seorang siswi SMP kelas VII berinisial STN (14), warga Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan pada Senin (23/2/2026). Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (20/2/2026).
Jasad korban ditemukan di kawasan Napun Koja Gelo, Dusun Woloklereng, Desa Rubit, tepatnya di area kali yang jauh dari permukiman warga. Lokasi penemuan berjarak sekitar 4 kilometer dari kediaman korban di Dusun Romanduru, Desa Rubit.
Medan yang ekstrem dan tidak dapat dilalui kendaraan membuat proses evakuasi berlangsung dramatis. Berkat solidaritas warga yang turut membantu Tim Inafis Polres Sikka, korban akhirnya berhasil dievakuasi ke RSUD TC Hellers Maumere.
Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno melalui Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Leonardus Tunga, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Namun, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan rinci terkait penyebab pasti kematian korban.
“Korban sudah diotopsi,” ujarnya.
Kepala Desa Rubit sekaligus perwakilan keluarga korban, Polikarpus Heret, menuturkan bahwa pada Jumat sore korban pamit kepada orang tuanya untuk pergi ke rumah tantenya di Woloklereng. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali.
Keluarga sempat melakukan pencarian ke rumah kerabat, tetapi korban tidak ditemukan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Sampai pukul 20.00 WITA korban belum pulang. Setelah berkomunikasi dengan orang tua korban, tantenya mengatakan STN sudah pamit pulang sejak sore. Sejak saat itu, keluarga terus melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan sudah tidak bernyawa pada Senin sore,” tutur Polikarpus.
Menurutnya, saat ditemukan kondisi korban sangat mengenaskan dan tanpa busana.
“Banyak luka dan korban tidak berpakaian,” ungkapnya.
Pihak keluarga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut tanpa berspekulasi mengenai penyebab kematian.
“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Namun, kami meminta pihak Polres Sikka untuk mengungkap secara tuntas penyebab kematian anak kami,” tegas Polikarpus.
Sementara itu, KBO Reskrim Polres Sikka, I Nyoman Aryasa, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban dikategorikan mengalami penganiayaan berat.
Ia menambahkan, penyidik masih melakukan pendalaman dan telah mengamankan seorang pria untuk dimintai keterangan.
“Kita tidak bisa memastikan satu orang yang diperiksa terlibat atau tidak. Nanti semuanya akan berkembang. Update berikutnya kita akan sampaikan,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Sikka, Selasa (24/2/2026).
Pria tersebut diamankan tim Satreskrim sekitar pukul 09.00 Wita. Namun, hingga kini polisi belum memastikan apakah yang bersangkutan merupakan pelaku.
“Yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan. Tetapi faktanya bahwa kita sudah mengamankan satu orang yang mengetahui kasus tersebut,” ujarnya.(*)
About The Author
- Penulis: BNews 2


Saat ini belum ada komentar