Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » SMK Muhammadiyah Mungkid Jalin Kerja Sama dengan Penyedia Tenaga Kerja Jepang

SMK Muhammadiyah Mungkid Jalin Kerja Sama dengan Penyedia Tenaga Kerja Jepang

  • calendar_month Ming, 14 Mei 2023

BNews–MAGELANG– SMK Muhammadiyah Mungkid, Kabupaten Magelang terus melakukan penjajakan untuk menyalurkan lulusan peserta didiknya untuk mendapatkan ruang kerja. Salah satunya dengan menjalin kerja sama (MoU) dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) Serba Indo untuk menyelurkan putra putri terpilih bekerja di Negeri Sakura, Jepang.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Kepala SMK Muhammadiyah Mungkid, Abdul Hamid dan Lembaga Pelatihan Kerja Serba Indo, Iman Abdul Rohman bertepatan dengan momentum wisuda 459 siswa lulusan angkatan tahun 2022/ 2023 di komplek SMK Muhammadiyah Mungkid, Satu (13/5/2023) siang.

Kepala SMK Muhammadiyah Mungkid, Abdul Hamid mengungkapkan rasa syukur telah bisa mengirimkan para peserta didik yang lulus di SMK Muhammadiyah Mungkid untuk bisa go Internasional.

“Setelah kita bisa berhasil mengirim siswa ke Jerman, saat ini kita sudah menjalin kerja sama untuk menyalurkan tenaga kerja ke Jepang. Pada angkatan pertama ini ada enam siswa kami yang sudah lolos tahapan seleksi dan tinggal mematangkan bahasanya sebelum diberangkatkan ke jepang,” jelas Abdul Hamid, dalam keterangan tertulis yang diterima Borobudurnews.com, Minggu (14/5/2023).

Selain lolos tahapan seleksi untuk magang atau bekerja di Jepang, pada lulusan kali ini terdapat 220 siswa atau 40 persen dari total 459 siswa yang dinyatakan lulus untuk langsung bekerja.

Mereka tersebar di sejumlah perusahaan ternama di tanah air seperti di PT Pama Batu Bara, Astra Honda Motor, Astra Daihatsu serta banyak perusahaan laiinya.

“Kami sudah 7 tahun ini menjadi penyelenggara utama untuk tes seleksi tenaga kerja Astra Honda Motor dan menjadi salah satu sekolah smk yang bisa melakukan perekrutan tenaga kerja Astra Daihatsu sehingga banyak dari lulusan smk ini yang sudah tersalurkan,” Imbuh Abdul Hamid.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Terbaru, lanjutnya, melakukan kerja sama menyalurkan tenaga kerja ke Jepang dengan gaji 20 hingga 25 juta perbulan belum ditambah dengan berbagai bonus kerja. Sehingga tidak sedikit dari para siswa siswinya yang tertarik untuk bergabung dan sudah menjalani tahapan seleksi.

Pihaknya berharap dengan bannyaknya kerja sama yang dijalin dengan industri dapat menjadikan SMK Muhammadiyah Mungkid menjadi salah satu sekolah tujuan utama.

Perwakilan LPK Serba Indo, Iman Abdul Rahman, menjelaskan kesempatan putra putri Indonesia untuk bisa bekerja di Jepang masih sangat terbuka. Pada tahun ini, Jepang membutuhkan 4,9  juta tenaga kerja dan baru terpenuhi kurang dari 3 persen.

“Saya sendiri menargetkan pada tahun ini ada seribu tenaga kerja yang bisa tersalurkan ke Jepang, mereka berasal dari berbagai daerah kecuali Papua. Berbagai tahapan seleksi juga berjalan seperti di Labuhan Bajo, Medan, Pekan Baru , Aceh, Batam, dan Denpasar Bali,” terangnya.

alah satu siswa, Muhammad Bobi lulusan Teknik Komputer Jaringan 2 mengaku sangat senang berhasil lolos di tiga tahapan seleksi yang sudah dilakukan. Seperti tes medical cek up, psikotes dan tes fisik.

“Saya sangat antusias untuk bisa bekerja di Jepang. Karena saya suka budaya disana dan juga ingin mengangkat derajat orang tua,” jelasnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Sementara itu, Komite SMK Muhammadiyah Mungkid, Samsudin mengapresiasi terjaliinya kerja sama penyaluran tenaga kerja ke luar negeri tersebut.

“Kalau dari dulu hanya dalam negeri, mulai pak abdul hamid itu sudah masuk ke Jepang Jerman dan Belanda harapannya nanti secara bertahap bisa lebih baik dan hebat lagi,” imbuhnya.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Yanuar Efendi menambahkan prestasi prestasi dan terobosan yang diraih oleh Smk Muhammadiyah Mungkid sangat membanggakan sekali khususnya bagi keluarga besar Muhammadyah di Kabupaten Magelang.

“Kami berharap prestasi ini bisa dipertahankan syukur bisa ditingkatkan dikembangkan tidak hanya ke Jepang dan Jerman namun bisa  negara lain yang potensinya masih besar,” pungkasnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less