Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Magelang
- calendar_month 19 jam yang lalu

BMKG melalui Stasiun Geofisika Banjarnegara menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi tahun 2026 di Balai Desa Tampingan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (15/10/2026). (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Banjarnegara menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) tahun 2026 di Balai Desa Tampingan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (15/10/2026). Pesertanya terdiri dari unsur Pemda Kabupaten Magelang, BPBD, TNI/Polri, instansi terkait, dunia pendidikan, kesehatan, relawan kebencanaan, media serta perwakilan dari masyarakat.
Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo mengungkap bahwa tema SLG kali ini adalah “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”.
“BMKG melalui program SLG terus berkomitmen meningkatkan kapasitas masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman gempa bumi. Melalui edukasi, pelatihan dan penguatan koordinasi lintas sektor,” ungkapnya dalam acara pembukaan SLG, Kamis (15/10/2026).
Dia menyebut kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesiapsiagaan dan koordinasi antara BMKG, pemerintah daerah, BPBD serta seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi bencana gempa bumi melalui edukasi, latihan dan penguatan komunikasi kebencanaan.
Menurut Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu, Kabupaten Magelang dinilai memiliki potensi risiko bencana gempa bumi. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Bumi Indonesia (Pusgen 2024), wilayah ini berdekatan dengan sejumlah sumber gempa. Di antaranya Sesar Merapi-Merbabu dengan potensi magnitudo hingga 6,5; Sesar Opak dengan potensi magnitudo 6,9; serta zona subduksi di selatan Jawa.
“Memang Magelang tidak berada persis di atas sumber sesar tersebut, namun guncangannya yang perlu diwaspadai,” jelas Rahayu.
IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Dia menyebut waktu terjadinya gempa belum dapat diprediksi. Langkah paling efektif yang harus dilakukan adalah penguatan persiapan dan mitigasi bencana sejak dini.
“Dengan adanya SLG ini, bisa membangun kesadaran bapak ibu untuk siap sadar bencana. Ilmu yang didapat bisa disebarluaskan ke yang lain. Selain itu, agar tidak mudah terpengaruh oleh isu atau berita hoaks terkait gempa bumi. Selalu mengacu pada informasi resmi dari BMKG,” tandasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Magelang, David Rudiyanto mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
“Kesiapsiagaan harus menjadi budaya masyarakat. Tujuan kita bukan untuk menimbulkan rasa takut. Melainkan membangun pengetahuan, kewaspadaan, dan kemampuan bertindak secara cepat dan tepat ketika terjadi gempa bumi,” pungkasnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar