Uang Edisi Spesial Rp75 Ribu Kini Diedarkan Luas, Yuk ke Bank Terdekat

BNews—JOGJAKARTA— Uang edisi spesial memperingati 75 tahun kemerdekaan Indonesia nominal Rp75 ribu yang sempat diedarkan secara terbatas kini sudah bisa dimiliki masyarakat banyak. Penukaran pecahan uang tersebut bisa dilakukan di Bank Indonesia (BI) terdekat.

“Uang itu (Rp75 ribu) itu dicetak dalam tanda kutip memberi kenang-kenangan ke masyarakat. Jadi bisa dimiliki masyarakat luas. Silakan melalui perbankan bisa menukarkan satu KTP bisa seratus lembar, kami persilakan,” ujar Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) DIJ, Miyono, Minggu (28/3).

Disinggung berapa banyak pecahan Rp75 ribu untuk wilayah DIJ yang diedarkan, Miyono tidak merincinya. Hanya saja dia mengatakan ada banyak.

”Silakan masih banyak, artinya stok kami masihlah. Boleh dibelanjakan, dari awal juga boleh,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono melalui siaran pers menjelaskan penukaran UPK 75 Tahun RI baik secara individu maupun kolektif. Dapat dilakukan di Kantor BI dengan tata cara pemesanan dan penukaran yang sama dengan mekanisme sebelumnya.

Masyarakat dapat melakukan pemesanan individu melalui PINTAR (https://pintar.bi.go.id. Dan memilih tanggal penukaran yang sama dengan tanggal pemesanan (penukaran H+0) apabila pemesanan dilakukan sebelum pukul 11.30 waktu kantor BI setempat. Mekanisme penukaran individu maupun kolektif dapat dilihat dalam aplikasi PINTAR.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

“Penyempurnaan mekanisme penukaran UPK 75 Tahun RI ini diharapkan dapat memberi kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan lebih banyak UPK 75 Tahun RI. Sekaligus sebagai bentuk upaya peningkatan layanan publik BI. BI mengimbau masyarakat yang akan melakukan penukaran UPK 75 Tahun RI untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dalam rangka mitigasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Diketahui makna dibalik peluncuran uang Rp75 ribu. Pertama, mensyukuri kemerdekaan, dengan foto proklamator, pengibaran bendera proklamasi dan pencapaian pembangunan khususnya infrastruktur.

Kedua, yaitu memperteguh kebhinekaan dengan gambar anak-anak menggunakan pakaian adat yang mewakili wilayah Barat, Tengah dan Timur. Serta ada motif songket Sumatera Selatan, batik Kawung Jawa dan tenun Gringsing Bali, menggambarkan keanggunan, kebaikan dan kesucian.

Ketiga, yaitu menyongsong masa depan gemilang, digambarkan dengan anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus SDM unggul yang siap mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kemudian, peta Indonesia emas pada bola dunia yang melambangkan peran strategis Indonesia dalam ranah global dan gambar satelit merah putih sebagai jembatan komunikasi NKRI. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: