UNTIDAR dan Kemenristek/BRIN Pasang Alat EWS Longsor Di Desa Sambungrejo Grabag

BNews–Magelang- Kejadian Banjir Bandang tahun 2017 silam menyisakan trauma yang mendalam bagi warga Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Belasan korban hilang akibat luapan air sungai yang bercampur dengan batu, tanah dan pepohonan.

Aliran tersebut tiba-tiba menerjang pemukiman penduduk yang diakibatkan hujan deras berdurasi lama. Tiga tahun setelah kejadian tersebut kondisi tetap sama tidak ada relokasi gedung vital desa yang dilakukan dan belum terdapat sarana prasarana mitigasi kebencanaan yang memadai.

Oleh sebab itu pada tahun 2020 Universitas Tidar (UNTIDAR) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di lokasi bekas Banjir Bandang tersebut. Dimana kegiatan tersebut disupport atau pendanaan dari Kemenristek/BRIN.

Dengan tajuk PKM yakni ’Penerapan Teknologi Early Warning System (EWS) Berbasis Internet Of Things (IoT) Untuk Mendeteksi Dan Memitigasi Bencana Di Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag’. Dimana kelompok tersebut dengan Tim Pengusul Arrizka Yanuar Adipradana, Sudarno dan Hery Teguh Setyawan.

Program ini merupakan Pengabdian Masyarakat Kompetitif Nasional yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Dalam hal ini Kemenristek/BRIN setiap tahun untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia dengan sangat selektif.

Adapun pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan melakukan komunikasi intensif dengan BPBD Kabupaten Magelang untuk melakukan update kondisi dan informasi. Selanjutnya dilakukan koordinasi dan diskusi intensif berkaitan dengan persiapan pemasangan alat Pendeteksi Bahaya Dini (EWS).  

Berbagai pihak terlibat dalam kegiatan ini yaitu BPBD Kabupaten Magelang, Relawan Tanggap Bencana dan Pemerintah Desa.

Dengan adanya partisipasi dari berbagai pihak diharapkan Alat EWS ini mampu membantu masyarakat dalam mendeteksi bencana longsor ataupun banjir bandang di waktu mendatang.

Tentu kita berharap tidak terulang kembali Banjir Bandang terjadi di wilayah Sambungrejo, Grabag. Maka dari itu  antisipasi dan kesiapsiagaan dari seluruh pihak baik itu BPBD maupun masyarakat desa menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko kebencanaan yang lebih besar. (adv)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: