Viral! “Thomas Alva Edi Sound Horeg” Ternyata Pria Ini dari Blitar, Responsnya Bikin Ngakak!
- calendar_month Sen, 28 Jul 2025

Memed Potensio, Sosok di Balik Viral Sound Horeg dan Julukan “Thomas Alva Edi”
BNews–NASIONAL– Nama Memed Potensio mendadak viral di media sosial seiring ramainya polemik seputar penggunaan sound horeg di berbagai daerah, khususnya di Jawa Timur.
Memed bahkan disebut-sebut sebagai sosok yang mencetuskan atau mempopulerkan tren sound horeg, hingga dijuluki secara humoris oleh warganet sebagai “Thomas Alva Edi Sound Horeg”.
Menanggapi julukan nyeleneh tersebut, pria asal Blitar ini justru menyikapinya dengan santai dan penuh tawa.
“Sejarah (sound horeg) sudah sejak lama. Tapi netizen yang menyimpulkan saya sebagai Tomas Alva Edi Sound horeg. Ya tidak apa-apa,” ucap Memed sambil tertawa seperti dikutip dari detikJatim, Minggu (28/7/2025).
Diketahui, sosok viral yang akrab disapa Memed ini memiliki nama asli Ahmad Abdul Aziz, pria berusia 29 tahun yang tinggal di Blitar dan kini telah menjadi ayah dari satu orang anak.
Ciri khas rambut pirangnya kian membuat dirinya mudah dikenali dan semakin populer di kalangan pengguna media sosial yang mengikuti tren sound system horeg.
Memed juga menyatakan tidak merasa risih atau terganggu dengan berbagai meme maupun video parodi yang menyindir atau menjadikan dirinya sebagai bahan candaan di dunia maya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Kalau risih sih enggak, kita menghadapi dengan senang aja buat hiburan. Cuma parodi juga, tidak dibikin susah dibuat happy aja,” jelasnya.
Popularitas sound horeg sendiri telah menjadi perbincangan nasional karena beberapa kalangan, termasuk tokoh agama; menyampaikan pandangan yang cukup keras terhadap fenomena ini.
Salah satu sorotan besar adalah adanya fatwa haram terhadap penggunaan sound horeg, terutama karena; dianggap mengganggu ketertiban umum dan tidak sesuai dengan etika ruang publik.
Terkait isu tersebut, Memed memilih untuk bersikap bijak dan mengikuti ketentuan yang berlaku dari pihak berwenang.
“Kami akan selalu ikut aturan pemerintah terlepas haram-halal, benar atau salah. Karena kami niatnya mencari nafkah untuk keluarga,” ungkapnya.
Meski kontroversi tengah mengemuka, Memed menuturkan bahwa aktivitas atau jadwal penggunaan sound horeg; masih tetap berjalan di beberapa wilayah, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Sedikit berdampak, tapi tetap ada jadwal dari Juli sampai September. Tidak semuanya karnaval, ada acara atau kegiatan lain yang disesuaikan dengan ketentuan saja,” tandasnya.
Fenomena sound horeg yang lekat dengan kultur karnaval rakyat ini memang menimbulkan pro dan kontra; namun di sisi lain tetap menjadi bagian dari ekspresi masyarakat dalam berkegiatan hiburan di tingkat lokal.
Popularitas Memed Potensio sendiri seolah menjadi simbol dari wajah hiburan rakyat yang tengah beradaptasi; dengan dinamika sosial, budaya, dan regulasi pemerintah. (*)
About The Author
- Penulis: Pemela




Saat ini belum ada komentar