Anggun dan Membanggakan! Wastra Mbako Manggung Temanggung Bersinar di D’Modifest 2026
- calendar_month Ming, 1 Mar 2026

Ketua Dekranasda Temanggung Tampil Anggun Dengan Wastra Lokal “Mbako Manggung” di D’Modifest 2026 Semarang
BNews-JATENG– Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Temanggung, Panca Dewi, tampil anggun mengenakan wastra lokal “Mbako Manggung” dalam ajang D’Modifest atau Dekranasda Modest & Iftar Fest 2026 yang digelar di Atrium Park Semarang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi momentum strategis untuk mendorong promosi wastra dan produk kriya daerah, sekaligus memperkuat jejaring antar-Dekranasda di berbagai wilayah.
Panca Dewi hadir bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Temanggung, Sri Endang Praptiningsih, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri kreatif lokal berbasis budaya.
Talkshow dan Fashion Show Modest Wastra Daerah
Memasuki hari kedua, Sabtu (28/02/2026), rangkaian kegiatan diisi dengan talkshow inspiratif serta fashion show bertema “Anggun Bersahaja, Modest Wastra Daerah”. Antusiasme peserta dan tamu undangan terlihat tinggi, mencerminkan besarnya perhatian terhadap pengembangan modest fashion berbasis wastra lokal.
Pada sesi talkshow, hadir Sekretaris Jenderal Dekranasda Reni Yanita, Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah, Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin, serta Ketua Dekranasda Jepara Laila Saidah. Para narasumber menekankan pentingnya inovasi desain, peningkatan kualitas produk, serta penguatan branding agar wastra daerah mampu menembus pasar nasional maupun internasional tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Mbako Manggung, Simbol Kebanggaan Temanggung
Puncak acara hari kedua adalah peragaan busana yang diikuti Ketua Dekranasda Jawa Tengah beserta Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Panca Dewi tampil memukau mengenakan busana karya desainer asli Temanggung,
Niha. Busana tersebut memadukan wastra khas daerah “Mbako Manggung”. Mbako merupakan sebutan untuk tembakau sebagai ikon kebanggaan Temanggung, sementara “Manggung” bermakna tampil, bersinar, dan percaya diri.
Busana tersebut memiliki filosofi bahwa warisan lokal pantas berdiri di panggung terhormat, memancarkan pesona yang tak kalah dengan karya dunia. Detail motif dan potongan yang ditampilkan menonjolkan kekayaan filosofi budaya sekaligus menunjukkan daya saing wastra Temanggung dalam tren modest fashion.
Pilihan mengenakan karya desainer lokal menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelaku industri kreatif Temanggung. Tidak hanya sebagai simbol kebanggaan daerah, tetapi juga sebagai upaya promosi langsung agar karya desainer dan perajin semakin dikenal di tingkat provinsi maupun nasional.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Fashion show tersebut turut didampingi Ketua Organisasi Wanita Forkopimda Jawa Tengah serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Diponegoro, memperlihatkan sinergi kuat organisasi perempuan dalam mendukung pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif.
Dorong Ekosistem Industri Kreatif Berkelanjutan
Kehadiran Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Temanggung Sri Endang Praptiningsih juga menjadi wujud dukungan; lintas sektor dalam membangun ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan.
Sinergi antara pembinaan UMKM, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta promosi produk daerah diharapkan; mampu membuka peluang kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi antar Dekranasda dan pelaku industri kreatif semakin kuat, sehingga wastra daerah tidak hanya menjadi warisan budaya; tetapi juga motor penggerak ekonomi yang tangguh dan berdaya saing global,” ujar Ketua Dekranasda Kabupaten Temanggung, Panca Dewi.
Melalui partisipasi aktif dalam D’Modifest 2026, Dekranasda Kabupaten Temanggung menegaskan komitmennya; untuk terus mendorong perajin dan desainer lokal agar semakin percaya diri tampil di panggung yang lebih luas.
Semangat “Anggun Bersahaja” bukan sekadar tema, melainkan representasi bahwa kearifan lokal dapat tumbuh berdampingan dengan modernitas; memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2


Saat ini belum ada komentar