25 Sekolah di Magelang Jadi Piloting Pemilos Serentak 2026, KPU Sasar Pemilih Pemula
- calendar_month Rab, 19 Agu 2026

KPU Kabupaten Magelang Gelar Piloting Pemilihan Ketua OSIS Serentak
BNews—MAGELANG— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang terus mendorong penguatan demokrasi lokal, khususnya kepada pemilih pemula. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyasar sekolah melalui program KPU Goes to School dengan praktik langsung dalam pemilihan ketua OSIS atau Pemilos.
Pada 2026, sebanyak 25 sekolah tingkat SLTA menjadi piloting program Pemilos Serentak 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pendidikan demokrasi sejak dini kepada generasi muda.
Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ahmad Rofik, mengatakan piloting Pemilos tingkat SLTA tahun 2026 merupakan inisiasi KPU Kabupaten Magelang untuk menyerentakkan pelaksanaan Pemilos di wilayah tersebut.
Meski belum dapat dilaksanakan pada hari dan waktu yang sama, pelaksanaan Pemilos tahun ini diserentakkan dalam bulan Agustus.
“Tahun 2026 ini baru Piloting Pemilos yang telah diluncurkan secara resmi oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Senin pekan kemarin di Aula MAN 1 Magelang. Piloting ini diikuti 25 sekolah tingkat SMA/SMK/MA yang secara kebetulan menyelenggarakan Pemilos pada bulan Agustus,” katanya.
KPU Dampingi Pemilos di 25 Sekolah
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Magelang, Yohanes Bagyo Harsono, mengatakan KPU memberikan pendampingan kepada sekolah yang tengah menyelenggarakan Pemilos.
Pendampingan tersebut dilakukan mulai dari bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara kepada panitia Pemilos hingga fasilitasi sarana dan prasarana pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
“Misi utama piloting pemilos ini adalah menjadikan pemilos sebagai miniatur pemilu dan pemilhan di lembaga pendidikan dalam rangka memberikan pendidikan demokrasi secara dini, kepada pemilih pemula secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Melalui program tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori mengenai demokrasi dan pemilu. Mereka juga dapat merasakan secara langsung proses pemilihan, mulai dari tahapan kampanye hingga pemungutan dan penghitungan suara.
Pemilos Jadi Laboratorium Demokrasi bagi Pelajar
Sebelumnya, Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat meluncurkan program tersebut mengatakan Pemilos merupakan laboratorium proses edukasi dan pembelajaran mengenai demokrasi serta pemilu.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki sikap kritis karena dalam 10 hingga 20 tahun mendatang, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda.
“KPU dan Civitas akademika juga perlu memberikan kajian lebih lanjut apakah demokrasi di Indonesia benar adanya menganut prinsip One Man One Vote, benarkah itu kultur demokrasi di Indonesia”, katanya Launching Pemilos hasil inisiasi KPU Kabupaten Magelang, Senin (10/8/2026) di Aula MAN 1 Magelang.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Grengseng menekankan pentingnya landasan ideologi dan kultural yang jelas dalam menjalankan demokrasi. Ia mengingatkan agar prinsip one man one vote tidak disalahartikan sebagai kondisi ketika kelompok mayoritas dapat menindas kelompok minoritas.
Menurutnya, diperlukan landasan berpikir yang benar agar kekhawatiran tersebut tidak menjadi kenyataan.
Ia menilai demokrasi merupakan proses perjalanan bangsa yang harus dilalui. Karena itu, pemilih pemula harus diberikan pemahaman yang jelas agar mampu mengelola informasi dengan baik.
Disinformasi, kata dia, menjadi musuh bersama. Sekolah juga diharapkan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang baik serta menghadirkan pembiasaan positif agar intelektualitas generasi muda tetap terjaga secara berkelanjutan.
Grengseng juga berharap Pemilos dapat menjadi media pembelajaran demokrasi yang mengajarkan sikap saling menghormati dan memahami, bukan saling menghakimi.
“Ini lebih penting dari sekedar siapa yang menang siapa yang kalah. Begitu singkatnya proses demokrasi, nikmati proses demokrasi sebagai sebuah proses bukan final, pemilu atau pemilihan adalah proses bukan final proses berbangsa dan bernegara. Lewat Pemilos ini pula diharapkan anak-anak bisa menghormati sebuah proses, yang menang bukan selamanya menang, bagi yang kalah bukan halangan. Tujuan kita berbangsa adalah menjadi masyarakat adil dan makmur,” tandasnya.
Bupati Ingatkan Pelajar Hindari Sentimen Rasial dan Agama
Bupati Magelang juga berpesan kepada para pemilih pemula agar memilih ketua OSIS yang dinilai baik dan mampu menjalankan tanggung jawabnya.
Ia meminta para siswa tidak membawa sentimen rasial maupun agama dalam proses Pemilos.
“Jauhkan dari sentiment rasial dan agama. Sadari semuanya sebagai proses pembelajaran. Setelah selesai, kembali lagi seperti sebelumnya,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Madrasah MAN 1 Magelang, Handono, mengungkapkan apresiasinya karena MAN 1 Magelang dipilih sebagai lokasi peluncuran piloting Pemilos.
Peluncuran tersebut bertepatan dengan pelaksanaan tahapan kampanye pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS MAN 1 Magelang. Salah satu rangkaian kampanye yakni debat pasangan calon yang diikuti tiga pasangan calon.
Melalui Pemilos Serentak 2026, KPU Kabupaten Magelang berharap pendidikan demokrasi di kalangan pemilih pemula dapat dilakukan secara berkelanjutan. Para pelajar diharapkan tidak hanya memahami mekanisme pemilihan, tetapi juga mampu menghargai perbedaan, mengikuti proses secara demokratis, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar