Akhirnya Muncul ke Publik, Bharada E Jalani Pemeriksaan di Komnas HAM

BNews—NASIONAL— Bharada E selesai dimintai keterangan oleh Komnas HAM terkait kematian Brigadir Yoshua alias Brigadir J. Hal ini menjadi kali pertama Bharada E muncul setelah 11 hari insiden maut tersebut.

Komnas HAM diketahui melakukan pemeriksaan terhadap Bharada E dan ajudan atau aide de camp (ADC) Irjen Ferdy Sambo. Pemeriksaan Bharada E dan yang lainnya dilakukan secara terpisah.

Bharada E diketahui tiba di Komnas HAM pada pukul 13.25 WIB, Selasa (26/7/2022). Bharada E tidak datang bersamaan dengan ajudan lainnya.

Bharada E selesai diperiksa pada pukul 18.22 WIB. Bharada E keluar secara terpisah dengan ajudan lainnya yang telah pergi lebih dulu sejak pukul 17.26 WIB.

Sebelum dan sesudah menjalani pemeriksaan, Bharada E tidak memberikan pernyataan apa pun kepada media. Dengan bungkam dan tak menoleh ke kamera, Bharada E langsung menaiki mobil dan pergi meninggalkan kantor Komnas HAM.

Komnas HAM menjelaskan mengapa Bharada E terlambat diperiksa dibanding ajudan-ajudan lainnya. “Tempatnya berbeda mereka, makanya yang lain datangnya pagi,” ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam jumpa pers, Selasa (26/7/2022).

Anam mengatakan ajudan Irjen Sambo datang pada pukul 10.00 WIB di Komnas HAM. Sementara Bharada E baru tiba di Komnas HAM siang harinya.

“Kita mulai jam 10 sampai jam sekarang ini, barusan selesai, 15 menit yang lalu. Bharada E baru siang tadi, teman-teman juga bisa lihat sendiri karena tempatnya berbeda jadi mereka tidak dalam satu tempat yang sama. Bharada E datang dari tempat yang berbeda makanya memakan waktu untuk perjalanan menuju Komnas HAM,” lanjut Anam.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Anam tak menjelaskan secara rinci Bharada E berangkat dari mana menuju Komnas HAM sehingga terlambat datang. Anam menyerahkan penjelasan tersebut ke polisi. Komnas HAM memeriksa Bharada E yang diduga terlibat baku tembak menewaskan Brigadir J di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo. Salah satu yang dijelaskan Bharada E ialah soal menembak.

“Sepanjang yang tadi kami periksa, Bharada E menjelaskan banyak hal. Salah satunya adalah soal menembak,” kata Anam.

Dia mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan pertanyaan terbuka. Menurutnya, pemeriksaan berlangsung lama karena jawaban yang diharapkan bersifat deskriptif.

“Pertanyaan kami sifatnya terbuka, penjelasannya yang kita harapkan adalah deskriptif. Tadi, makanya ini panjang sekali proses permintaan keterangannya karena jawabannya kami minta untuk deskriptif,” ucapnya.

Dia menyebutkan, dalam pemeriksaan itu, Bharada E diminta menggambarkan suasana saat Brigadir J tewas.

“Apa yang kami dalami? Yang kami dalami pastilah ini masih berupa keterangan terkait bagaimana peristiwa lihat, itu pasti kami dalami, bahkan kami suruh minta menggambar posisi-posisinya,” kata Anam.

Anam mengungkapkan, Bharada E juga ditanya tentang hari sebelum Brigadir J meninggal dunia. Semua yang berkaitan dengan Brigadir J ditanya Komnas HAM demi kasus ini terang benderang.

“Kedua, kami juga dalami spektrum sebelum hari-H, sebelum Jumat itu kami tarik ke belakang. Kami tanya semua apa yang terjadi, bagaimana peristiwanya, bahkan kondisinya kayak apa, itu salah satu yang penting,” papar Anam. (*)

Sumber: detik.com

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!