Antisipasi Gelombang Pengungsi Merapi, Pemkab Klaten Temukan Desa Paseduluran

BNews—KLATEN—Perwakilan berbagai desa di lereng Gunung Merapi di Kabupaten Klaten dipertemukan untuk sinkronisasi data. Berbagai desa yang tergabung dalam Desa paseduluran itu bertemu guna persiapan jika Gunung Merapi erupsi dan terjadi gelombang pengungsi.

Kasi Kesiapsiagaan Bidang Kesiapsiagaan dan dan Pencegahan BPBD Klaten, Puguh Hargo Wibowo, mengatakan koordinasi Desa Paseduluran sudah intensif dilakukan. Hanya saja, dilakukan ketika kondisi normal atau sebelum ada pandemi Covid-19.

”Sebenarnya koordinasi ini sudah dilakukan. Namun, karena ada kondisi pandemi Covid-19 sehingga perlu dilakukan persamaan kapasitas kembali,” kata dia, hari ini (14/7/2020).

Dia menjelaskan, untuk menyesuaikan protokol kesehatan jaga jarak, maka kapasitas tempat yang disiapkan bakal berkurang. Sehingga perlu dicarikan tempat lain agar seluruh potensi pengungsi bisa tertampung, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, dan difabel.

”Bisa saja nanti jumlah desa penerima itu bertambah. Makanya, ini fasilitas untuk dipertemukan dan dicarikan solusinya,” jelasnya.

Kepala Desa Bugisan, Heru Nugroho, memaparkan selama ini sudah kerap berkoordinasi dengan Desa Panggang sebagai desa asal. Tokoh masyarakat di kedua desa sudah saling berkunjung ke masing-masing desa.

Tempat yang disiapkan di Bugisan untuk menampung gelombang pengungsi dari Panggang seperti balai desa, bekas gedung SD, balai RW, serta fasilitas umum lainnya. Lokasi penampungan ternak pengungsi juga disiapkan di tanah bank sampah serta lapangan.

Download Musik Keren Disini

”Kalau tidak ada Covid-19, Bugisan bisa menampung 1.600 warga dari Panggang. Karena ada pandemi ini, kemampuan menampung menjadi 1.005 orang. Untuk kekurangan kapasitas rencananya Kepala Desa Panggang diantar ke Desa Kokosan untuk berkoordinasi,” papar Heru.

Sementara itu, konsep Desa Paseduluran dikembangkan untuk antisipasi pengungsi yang berdatangan ketika terjadi erupsi Gunung Merapi. Di Kabupaten Klaten, ada 13 desa asal pengungsi yang seluruhnya dari Kecamatan Kemalang serta 26 desa penerima pengungsi yang merupakan desa-desa di sekitar selter pengungsian.

Ada tiga selter pengungsian di Klaten, yakni selter pengungsian di Desa Kebondalem Lor Kecamatan Prambanan, selter pengungsian di Desa Menden Kecamatan Kebonarum, serta selter pengungsian di Desa Demakijo Kecamatan Karangnongko. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: