Kekeringan Boyolali, PNIB dan Ansor Banser Salurkan 150.000 Liter Air Bersih
- calendar_month 0 menit yang lalu

Bhaksos Air Bersih PNIB, Banser, Pagar Nusa dan BEM PTNU di Boyolali,
BNews—JATENG— Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama Ansor Banser, Pagar Nusa, dan BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Se-Nusantara (BEM PTNU) menggelar bakti sosial (baksos) berupa penyaluran air bersih pada Rabu-Jumat, 16-18 September 2026.
Kegiatan sosial tersebut menyasar sejumlah wilayah di Boyolali Utara dan Boyolali Selatan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sebanyak 150.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat yang telah merasakan krisis air sejak akhir Juli 2026.
Truk tangki bertuliskan spanduk PNIB Baksos Air Bersih terlihat hilir mudik sejak pagi hingga malam hari. Penyaluran air tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Ketua Umum PNIB, Abdur Rozaq Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, mengatakan kegiatan sosial tersebut bukan sekadar membagikan air bersih. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun kepedulian, gotong royong, dan persaudaraan sesama anak bangsa.
“Ini adalah aktifitas persaudaraan, persatuan anak bangsa dan toleransi nyata yang kita lakukan semampunya. Ketika ada saudara kita yang kesulitan mendapatkan air bersih, maka sudah seharusnya kita bertoleransi membantu. Dari rasa toleransi ini kebersamaan akan selalu terjaga sesama anak bangsa” ujar Gus Wal.
PNIB Dorong Solidaritas dan Toleransi
Gus Wal menegaskan bahwa berbagai persoalan bangsa seharusnya dihadapi dengan memperkuat persaudaraan dan persatuan nasional. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mempertajam perbedaan maupun menyebarkan kebencian, hoaks, dan fitnah.
“Indonesia adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat persatuan, gotong royong dan kebhinekaan. Musuh bersama bangsa ini bukan sesama anak bangsa, tetapi berbagai persoalan yang merusak kehidupan masyarakat, seperti korupsi, intoleransi, terorisme, radikalisme anarkisme dan berbagai bentuk kekerasan lainya” tegasnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Kolaborasi PNIB, Ansor Banser, Pagar Nusa, dan BEM PTNU Se-Nusantara dalam penyaluran air bersih tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa gerakan kebangsaan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Soroti Dampak Korupsi terhadap Masyarakat
Dalam kegiatan tersebut, Gus Wal juga menyoroti persoalan korupsi dan dampaknya terhadap masyarakat. Ia mengaitkan pengelolaan anggaran dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih di tengah kekeringan.
“Triliunan uang yang dikorupsi jika digunakan untuk kepentingan masyarakat luas, tentunya tidak akan separah ini kesulitan yang dirasakan warga masyarakat yang dilanda krisis air bersih akibat kekeringan dan musibah bencana alam. Dampak korupsi yang nyata adalah terabaikannya kepentingan masyarakat bawah, sebaliknya semakin mensejahterakan pejabat atas para birokrat yang tidak pernah peduli bahwa mereka menjadi pejabat karena dukungan masyarakat juga” imbuh Gus Wal yang di-Amini warga lainnya
Bagi PNIB, membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan bagian dari cinta dan bakti kepada Indonesia. Nasionalisme dan kebangsaan, menurut Gus Wal, tidak hanya diwujudkan melalui orasi, tetapi juga melalui aksi sosial dan amal nyata.
“Merawat Indonesia bukan hanya dengan kata-kata. Mari hadir, membantu, bergotong royong dan menjaga persaudaraan. Dari air bersih kita bangun kepedulian, dari kepedulian kita kuatkan persatuan, dan dari persatuan kita wujudkan Indonesia yang aman, damai dan sejahtera tanpa Korupsi, Intoleransi, Khilafah Terorisme Radikalisme Anarkisme,” pungkas Gus Wal. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar